Perbedaan Senyawa dan Campuran – Pengertian, Jenis, Contoh
Perbedaan Antara Senyawa dan Campuran – Tahukah anda bahwa senyawa dan campuran masing-masing sangat berbeda, mulai dari pengertian, jenis, manfaat, bahkan contohnya masing-masing pun sangat berbeda. Nah untuk lebih jelasnya simak saja penjelasan yang akan dijelaskan dibawah ini secara detail dan langsung.

Memahami
Sebelum langsung ke intinya, ada baiknya kita mengetahui pengertian dari masing-masingnya. Mereka adalah sebagai berikut:
1. Campuran
Suatu bahan yang terbentuk dari gabungan dua atau lebih zat yang berbeda, tanpa bantuan reaksi kimia dan dapat dipisahkan secara fisika disebut campuran.
Campuran mempunyai bentuk yang berbeda-beda pada fasa tertentu yaitu padatan, cair dan gas yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh makhluk hidup di dunia.
2. Majemuk
Zat murni terbentuk dari dua atau beberapa unsur, yang dapat diuraikan menjadi unsur-unsur penyusunnya melalui reaksi zat kimia tersebut, sehingga disebut senyawa.
Senyawa juga mempunyai bentuk yang berbeda-beda dalam berbagai fasa, namun sebagian besar senyawa berbentuk zat padat.
Di sisi lain, senyawa molekuler adalah bentuk lain dari cairan atau gas. Semua senyawa akan terurai menjadi bentuk yang lebih kecil (Atom Individu), jika dipanaskan sampai suhu tertentu.
Baca juga: Benda Padat
Jenis – Jenis (Bentuk)
Setelah mengetahui pengertian dari masing-masing keduanya, berikut juga jenis-jenisnya masing-masing:
1. Tipe Campuran
Campuran mempunyai 2 macam bentuk, yaitu :
A. Campuran Homogen
Gabungan dua zat atau lebih yang tidak ada perbedaan sifat diantara keduanya. Setelah proses reaksi kimia terjadi, kedua zat tersebut akan melebur menjadi satu bagian saja.
Berikut ini contohnya:
- Asam Sulfat (H2, So4)
- Udara (O2, Co2, N2, dan H2O)
- Asam Cuka (Ch3, Co, OH)
B. Campuran Heterogen
Gabungan dua zat atau lebih, dan perbedaan sifat aslinya masih dapat terlihat. Setelah proses reaksi kimia terjadi, sifat kedua zat tersebut tidak dapat digabungkan.
Berikut ini contohnya:
- Pasir yang sudah tercampur menjadi satu Udara
- Udara yang sudah tercampur menjadi satu Minyak
2. Jenis/Bentuk Senyawa
Pada senyawa terdapat 2 bentuk didalamnya, yaitu sebagai berikut:
A. Senyawa Anorganik
Suatu senyawa yang tidak tersusun dari atom karbon yang merupakan komponen utamanya. Selain itu juga tidak membentuk ikatan molekul yang kompleks, karena senyawa anorganik ini dapat ditemukan di alam.
Berikut ini contohnya:
- Karbon dioksida (Co2)
- Oksigen (O2)
- Asam Nitrat (Hn03)
- Natrium Klorida (NaCl)
B.Senyawa Organik
Suatu senyawa yang tersusun dari unsur karbon yang merupakan komponen utama, biasanya terbentuk karena berasal dari makhluk hidup atau organisme bersama-sama dengan unsur tertentu, dan tidak mempertahankan sifat dasar unsur tersebut dalam proses pembuatannya.
Berikut ini contohnya:
- garam (NaCl)
- Urea (CO(NH2)2)
- Gula Pasir (C12H22011)
Perbedaan Antara Campuran dan Senyawa
Berikut beberapa perbedaan masing-masing, baik senyawa maupun campuran:
1. Campuran
- Pembentukannya tidak bisa dilakukan melalui proses Reaksi Kimia.
- Perbandingan komponen-komponen penyusun campuran tidak menentu dan sewenang-wenang.
- Tidak akan kehilangan sifat aslinya pada komponen penyusunnya.
- Ia dapat dipecah lagi menjadi komponen-komponen lain melalui proses fisik.
2. Majemuk
- Pembentukan melalui proses Reaksi Kimia.
- Perbandingan komponen-komponen penyusun pembentukan suatu senyawa akan selalu pasti dan mempunyai sifat tetap.
- Sifat asli komponen penyusun senyawa tersebut akan hilang.
- Ia tidak dapat menjadi komponen lain jika dilakukan dengan proses fisik, karena tidak dapat dipecah lagi. Jadi harus melalui proses reaksi kimia
Baca juga: Pengertian, Sifat dan Teori Asam Basa dalam Kimia
Contoh dan Manfaatnya
Berikut adalah beberapa contoh dengan manfaat untuk masing-masingnya:
1. Contoh Senyawa
| TIDAK Menggabungkan | Rumus Kimia | Keuntungan |
| Udara | H2O | Minum |
| Natrium Hidroksida | NaOH | Pengering |
| sukrosa | C12H22O11 | Pemanis |
| Asam sulfat | H2SO4 | Elektrolit |
| Urea | BERSAMA(NH2)2 | Pupuk |
| Asam klorida | HCl | Pembersih lantai |
| Magnesium Hidroksida | M | Penangkal Asam |
| Aspirin | C9H8O4 | Pengurangan Rasa Sakit |
| Soda kue | NaHCO3 | Membuat Roti |
| Karbon dioksida | CO2 | Penyegar Minuman |
| Kalsium Karbonat | CaCO3 | Bahan bangunan |
| Asam Askorbat | C6H8O6 | Vitamin C |
| Amonia | NH3 | Pendinginan |
| Asam Asetat | CH3COOH | Cuka Makanan |
| Natrium Klorida | NaCl | Garam Meja |
2. Contoh Campuran
| Nama Campuran | Zat Konstitutif | Keuntungan |
| Air Gula | Air & Gula | Bahan Minuman |
| Air Kopi | Air & Kopi | Bahan Minuman |
| Emas Putih | Emas, Perak, Tembaga | Bahan Perhiasan |
| Kuningan | Tembaga, Seng | Bahan Ornamen |
| Perunggu | Tembaga, Seng, Timah | Bahan Medali |
| Sirup | Air, Gula, dan Pewarna | Bahan Minuman |
| Baja tahan karat | Besi, Chrome, Nikel | Peralatan dapur, peralatan kesehatan |
| tenol | Timah | Konektor Kabel pada Alat Penyolderan |
| Udara | O2, CO2, N2 dan H2O | Pernafasan Makhluk Hidup |
Zat murni terbentuk dari dua atau beberapa unsur, yang dapat dipecah menjadi unsur-unsur penyusunnya melalui reaksi kimia.
Gabungan dua zat atau lebih yang tidak ada perbedaan sifat diantara keduanya. Setelah proses reaksi kimia terjadi, kedua zat tersebut akan melebur menjadi satu bagian saja.
Larutan merupakan suatu wujud campuran zat yang terdiri dari beberapa zat yaitu unsur dan senyawa. Dengan begitu, sifat-sifat zat terlarut tidak akan hilang. Sedangkan senyawa adalah gabungan beberapa unsur yang membentuk materi yang lebih kompleks daripada unsur.
Baca juga: Pengertian, Manfaat dan Rumus Bauksit dalam Kimia
Demikianlah pembahasan pada artikel kali ini mengenai Perbedaan Senyawa dan Campuran, semoga bermanfaat dan menjadi pengetahuan baru bagi anda semua khususnya para pembaca.