Desain Penelitian – Pengertian, Jenis dan Penjelasannya
7 mins read

Desain Penelitian – Pengertian, Jenis dan Penjelasannya


Desain Penelitian – Ini adalah strategi yang dipilih oleh peneliti untuk mengintegrasikan dan mendiskusikan secara penuh komponen-komponen penelitian dengan cara yang logis dan sistematis, serta menganalisis apa yang menjadi pusat penelitian.

Proyek penelitian yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif meliputi proyek penelitian eksperimental, survei, transversal, longitudinal, studi dan komparatif.

Kita bisa menerapkan proyek penelitian mana saja yang paling cocok untuk digunakan dalam penelitian kualitatif atau kuantitatif yang kita gunakan. Posting blog ini ditujukan untuk pembaca yang mencari informasi tentang proyek penelitian.

Kedua pendekatan dasar yaitu kualitatif dan kuantitatif mungkin mempunyai persamaan dan perbedaan dalam desain penelitiannya.

Misalnya, kita bisa merancang penelitian kualitatif kita dengan desain longitudinal. Kami juga dapat merancang penelitian kuantitatif kami dengan menggunakan desain longitudinal.

Dalam sambutan makalah ini disebutkan secara singkat konsep-konsep penelitian, dilanjutkan dengan jenis-jenis yang disebutkan di atas, dan penerapannya dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif dibahas secara singkat dengan menggunakan contoh-contoh.

Pernyataan ini merupakan versi sintetik dari bab “Desain Penelitian” yang berjudul “Metode Penelitian Sosial” oleh Alan Bryman.

Memahami Desain Penelitian

Paragraf pertama menyatakan pengertian desain penelitian, yaitu strategi yang dipilih peneliti untuk mengintegrasikan secara utuh komponen-komponen penelitian secara logis dan sistematis untuk membahas dan menganalisis apa yang menjadi inti penelitian.

Uraian pengertian tersebut terutama mengacu pada keterpaduan seluruh komponen penelitian, yaitu proyek penelitian merupakan suatu bentuk rencana penelitian yang utuh.

Kata lengkap ini jelas mencakup segala sesuatunya, terutama semua komponen penelitian yang diperlukan, mulai dari pertanyaan penelitian, jenis data, metode, analisis yang harus dilakukan.

Semua komponen ini digunakan untuk menentukan proyek penelitian yang dipilih oleh peneliti.

Beberapa proyek penelitian lebih umum digunakan dalam penelitian kuantitatif. Sementara beberapa lainnya lebih umum digunakan dalam penelitian kualitatif.

Ada juga desain umum yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Berikut beberapa jenis atau jenis proyek penelitian yang dapat dipilih.

Jenis Desain Penelitian

Eksperimental

Desain eksperimen merupakan desain penelitian yang digunakan untuk mengevaluasi atau memperoleh pengetahuan awal.

Eksperimen dalam penelitian sosial sering digunakan untuk menemukan aspek sebab akibat atau sebab-sebab dari fenomena sosial.

Seringkali desain eksperimental digunakan sebagai dasar penerapan suatu program atau kebijakan.

Misalnya saja pada contoh penelitian eksperimental sederhana, peneliti ingin mengetahui efektivitas penggunaan sistem alarm rokok di ruang publik untuk mengurangi konsumsi rokok di tempat umum.

Beberapa ruang publik dibangun khusus untuk merokok, sementara lainnya dengan fitur yang sama tidak dilengkapi dengan alarm rokok.

Eksperimen ini akan menunjukkan hasil seberapa efektif alarm rokok dapat mengurangi konsumsi rokok di tempat umum.

Dalam penelitian kualitatif, desain eksperimen sangat jarang dilakukan. Hal ini umumnya disebabkan oleh pertimbangan etis.

Untuk melakukan eksperimen, notifikasi dapat ditampilkan atau disembunyikan untuk orang atau kelompok yang diperiksa.

Dalam penelitian kualitatif, indikasi dapat menyebabkan data terdistorsi. Jika disembunyikan maka dianggap tidak etis secara etika.

Dalam penelitian kuantitatif, proyek eksperimental lebih bebas. Peneliti sosial umumnya menerapkan desain eksperimental untuk melakukan penelitian kuantitatif.

Penelitian kuantitatif dapat digunakan untuk membandingkan kelompok yang diperlakukan sebagai subjek eksperimen dan kontrol.

Misalnya saja eksperimen konsumsi vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh siswa. Beberapa subjek diminta mengonsumsi vitamin C, yang lain tidak memiliki kelompok kontrol. Hasilnya adalah hasil percobaan.

Survei

Penelitian investigatif disebut juga transversal. Proyek penelitian survei dilakukan dengan tujuan memperoleh informasi dari responden melalui sampel yang diperiksa.

Survei atau cross-section juga dapat dilakukan dengan menerapkan analisis isi jika sampel yang digunakan adalah dokumen.

Misalnya penelitian sosial tentang pengaruh rokok terhadap budaya konsumen seseorang. Desain survei dapat digunakan dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Dalam penelitian kualitatif, desain survei dapat diterapkan ketika peneliti menerapkan metode analisis bahasa.

Misalnya saja kajian diskriminasi Islam di media. Penelitian kualitatif dengan desain survei dapat digunakan dengan metode analisis wacana untuk mengetahui bagaimana citra Islam disebarkan melalui beberapa media.

Survei dalam penelitian ini dilakukan dengan memilih berbagai media yang dipilih dari total populasi media massa.

Dalam penelitian kuantitatif, desain survei paling umum digunakan. Kita sering mendengar bahwa desain survei merupakan bagian dari penelitian kuantitatif.

Hal ini dikarenakan sebagian besar penelitian kualitatif menggunakan survei sebagai metode penelitiannya. Misalnya menyelidiki kepercayaan masyarakat terhadap presiden. Survei harus merespon permasalahan yang dirumuskan.

Membujur

Proyek penelitian biasanya digunakan dalam proyek penelitian longitudinal.

Bedanya, proyek penelitian longitudinal dengan sampel yang sama dilakukan secara berkala dalam jangka waktu yang relatif lama.

Studi longitudinal dilakukan untuk mengidentifikasi tren atau perkembangan suatu fenomena berdasarkan sampelnya.

Misalnya saja kajian tentang karakteristik kekerasan remaja di Ibu Kota Jakarta. Beberapa sampel diperiksa. Secara berkala, sampel yang sama diperiksa ulang untuk pengembangan.

Dalam penelitian kualitatif, proyek penelitian longitudinal juga dapat dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus, yang mirip dengan desain survei.

Oleh karena itu, dapat juga disebut penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis tuturan longitudinal.

Faktanya, tidak banyak penelitian seperti itu. Peneliti yang melakukan penelitian ini secara berkala meninjau dokumen sampel yang diterbitkan dalam jangka waktu tertentu.

Dalam penelitian kuantitatif, desain memanjang lebih umum. Penelitian kuantitatif longitudinal dilakukan dalam jangka waktu yang relatif lama, bisa bertahun-tahun, tergantung periode yang dipilih peneliti.

Misalnya studi tentang keterlibatan orang tua dan mitra sosial dalam mengurangi trauma korban bullying pada anak.

Misalnya setiap tahun peneliti datang dari orang tua dan rekan dari anak yang sama sebagai peserta penelitian dan memeriksa kondisi para korban saat mengalami masalah trem.

Studi kasus

Desain penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menyelidiki permasalahan yang spesifik dan kontekstual.

Ruang lingkup proyek penelitian studi kasus sangat terbatas dan hasilnya hampir selalu tidak dapat diterapkan pada konteks atau lokasi lain.

Misalnya kajian model konsumen fesyen yang dilakukan komunitas artis Pacitan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan proyek penelitian studi kasus.

Studi kasus seperti proyek penelitian kualitatif sering dilakukan oleh peneliti sosial. Metode yang umum digunakan adalah etnografi.

Desain studi kasus hampir selalu menggunakan etnografi dengan wawancara mendalam dan observasi partisipan sebagai teknik pengumpulan data. Fokus penelitian studi kasus sangat terbatas.

Biasanya peneliti hanya berkonsentrasi pada satu masalah, misalnya pola konsumsi fashion di kalangan artis. Oleh karena itu, hanya model konsumen fesyen yang menjadi fokus penelitian.

Studi kasus seperti proyek penelitian juga dapat dilakukan dengan penelitian kuantitatif, meskipun hal ini jarang terjadi.

Penelitian kuantitatif dengan desain studi kasus umumnya menggunakan metode survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian.

Misalnya saja mengeksplorasi model konsumsi fashion di kalangan artis dengan menggunakan metode survei sebagai teknik pengumpulan datanya.

Komparatif

Desain penelitian ini diterapkan pada penelitian yang berfokus pada lebih dari satu kasus.

Di sini, perbedaannya menjadi jelas dari studi kasus. Penelitian komparatif adalah perbandingan antara 2 kasus atau lebih yang menjadi pusat penelitian.

Misalnya saja kajian terbentuknya negara merdeka antara Indonesia dan Malaysia.

Kasus yang dikaji disini adalah proses kemerdekaan dua negara yaitu Indonesia dan Malaysia.

Proyek penelitian komparatif dapat diterapkan dalam penelitian kualitatif. Seperti dalam studi kasus, etnografi sering digunakan.

Proses pengumpulan data biasanya dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi literatur.

Studi banding mempunyai cakupan yang lebih luas dibandingkan studi kasus. Peneliti pada akhirnya akan membandingkan satu kasus dengan kasus lainnya.

Proyek penelitian komparatif juga dapat digunakan dalam penelitian kuantitatif. Metode pemeriksaan merupakan metode yang cukup umum. Survei yang diminta biasanya bersifat antar budaya.

Contoh penelitian dengan desain penelitian ini misalnya kesejahteraan guru di Indonesia dan Malaysia. Peneliti dapat meneliti sejumlah guru di kedua negara yang dijadikan sebagai pola penelitian.

Baca Juga:



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *