Chauvinisme Adalah – Sejarah, Ciri-Ciri, Dampak, Contoh Lengkap
4 mins read

Chauvinisme Adalah – Sejarah, Ciri-Ciri, Dampak, Contoh Lengkap


Chauvinisme Adalah – Ideologi yang mengajarkan tentang perasaan cinta, kesetiaan atau kesetiaan terhadap tanah air dan bangsa, yang dilakukan secara berlebihan tanpa mempertimbangkan pandangan orang lain sebagai alternatif disebut chauvinisme/chauvinisme/chauvinisme.

Tak hanya itu, paham tersebut juga dapat diartikan sebagai bentuk rasa cinta, bangga, kesetiaan, fanatisme, dan kesetiaan terhadap negara atau mengagungkan bangsa sendiri, namun merendahkan martabat bangsa lain.

chauvinisme adalah

Jika paham ini tumbuh di negara atau bangsa Anda, maka akan timbul permusuhan antar negara karena paham ini menunjukkan permusuhan terhadap negara berdasarkan pandangan yang berlawanan.

Fitur– Fitur

Berikut ciri-ciri pengertian tersebut, yaitu:

1. Menganggap negara lain lebih inferior

Pengungkapan apa pun mengenai keadaan negara berdaulat lain yang dianggap tidak mempunyai pengaruh atau kekuasaan tertentu, maka akan menimbulkan spekulasi bahwa negara tersebut meremehkan atau memandang rendah negara lain.

Baca juga: Perbedaan Candi Hindu dan Budha

2. Pemimpin Negara Revolusioner & Diktator

Keberadaan pemimpin yang revolusioner dan diktator menjadi pemicu berkembangnya Chauvinisme di negara tersebut. Tidak hanya sekedar memimpin, mereka juga cenderung melakukan tindakan koersif sehingga menimbulkan korban jiwa baik materiil maupun nonmateriil yang cukup besar.

3. Negara Diperlakukan Tidak Adil

Faktanya adalah Korea Selatan, dimana negara ini diperlakukan tidak menyenangkan oleh Jepang. Sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan Jepang sangat tidak disukai oleh Korea, bahkan tidak berniat mengimpor apapun dari Jepang.

4. Sikap fanatik terhadap negaranya

Masyarakat yang menganut ideologi ini akan sangat fanatik terhadap negaranya, sehingga segala kebijakan yang ada akan dianggap benar dan mendapat respon positif meski berdampak negatif bagi negara tersebut.

5. Digunakan untuk memudahkan tujuan tertentu

Setiap negara tentu ingin menjadi nomor satu di dunia, kalaupun tidak, setidaknya bisa mempengaruhi bangsa negara lain. Misalnya Jerman, Jepang, dan Italia ingin menjadi negara adidaya di dunia, maka demi mewujudkan ambisinya para pemimpin tersebut menerapkan chauvinisme kepada rakyatnya.

6. Membenci Negara Berdaulat Lainnya

Ketika chauvinisme sudah sedemikian parahnya maka akan menimbulkan perasaan benci terhadap bangsa dan negara lain tanpa sebab apapun bahkan dapat mengesampingkan perasaan kemanusiaan dan perdamaian.

Dampak negatif

Berikut beberapa dampak negatif chauvinisme, yaitu:

  1. Hal ini dapat merusak perdamaian dunia yang telah terjalin dengan baik.
  2. Menyebabkan terganggunya pembangunan, akibat sikap tertutup terhadap negara lain.
  3. Pemahaman ini bisa melupakan bahwa Tuhan pencipta alam semesta ini ada atau ada.
  4. Penganutnya akan menjadi orang yang sangat tertutup dan sulit bersosialisasi dengan orang lain.
  5. Pemahaman ini selalu berasumsi bahwa negara lain tidak baik atau negatif dalam bidang apapun.
  6. Hal ini dapat menyebabkan perpecahan, perselisihan dan peperangan antar bangsa dan negara.

Dampak positif

Selain membawa dampak negatif dalam hubungan internasional, ternyata paham tersebut juga mempunyai sisi positif, yaitu paham tersebut dapat menyatukan warga suatu negara menjadi satu kesatuan yang patuh dan tunduk kepada pemerintah saat itu.

Contoh Chauvisnime

Ada beberapa negara di dunia yang menerapkan ideologi tersebut, bahkan sampai menimbulkan perang terhadap negara lain. Berikut negara-negara yang menerapkan chauvinisme:

Baca Juga: Perbedaan Hukum Publik dan Hukum Privat

1. Jepang

Jepang yang dikenal juga dengan sebutan Negeri Sakura menganggap negaranya sebagai negara terbaik di dunia dan dipimpin oleh pemimpin yang menganut chauvinisme. Terlihat dari sejarah dunia yang ada bahwa Jepang pada masa itu pernah menjadi negara kolonial yang kejam, hal ini dikarenakan dianggap remeh oleh negara lain.

2. Italia

Siapa sangka Italia pernah menjadi negara yang menganut Chauvinisme, saat dipimpin oleh Benito Mussolini. Ia adalah seorang diktator fasis yang menganggap negara lain adalah negara peniru dan bahkan tidak kreatif.

3. Jerman

Salah satu penganut chauvinisme adalah Jerman yang saat itu dipimpin oleh Adolf Hilter. Dia adalah seorang diktator yang menganggap Jerman adalah negara terbaik di dunia.

Saat itu Adolf Hitler memusuhi orang Yahudi, anak cacat, anak kembar dan lain-lain, bahkan ia mengira dan menyatakan bahwa orang Jerman saat itu adalah ras Nordik atau Arya dan merupakan ras utama/ras unggul.

Apa yang dimaksud dengan chauvinisme?

Ideologi yang mengajarkan tentang rasa cinta, kesetiaan, dan kesetiaan terhadap tanah air dan bangsa, yang dilakukan secara berlebihan tanpa mempertimbangkan pandangan orang lain sebagai alternatif.

Sejarah apa yang melatarbelakangi munculnya kata chauvinisme?

Kata Chauvinisme sendiri berasal dari tokoh fiksi yang dikenal dengan nama Nicolas Chauvin. Dia adalah prajurit setia Napoleon Banoparte. Meski Napoleon diasingkan, Nicolas Chauvin tetap setia, sehingga muncullah kata chauvin yang dikonsep sendiri dari namanya.

Apa nama lain dari chauvinisme?

Nama lain dari chauvinisme adalah chauvinisme atau chauvinisme.

Baca Juga: Tujuan Hukum

Demikianlah pembahasan artikel Chauvinisme Apakah kali ini, semoga bermanfaat dan menjadi pengetahuan baru bagi anda semua khususnya para pembaca.



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *