Struktur Teks Negosiasi – Pengertian, Tujuan, Kaidah, Jenis, dan Contohnya
9 mins read

Struktur Teks Negosiasi – Pengertian, Tujuan, Kaidah, Jenis, dan Contohnya


Struktur Teks Negosiasi – Tahukah Anda bahwa dalam sebuah teks terdapat beberapa struktur yang menyusunnya, bahkan membedakannya dengan teks lainnya. Struktur merupakan bagian dari sebuah teks itu sendiri, struktur ini berarti susunan. Nah, untuk mengetahui bagian-bagian apa saja yang ada dalam struktur teks negosiasi, mari simak penjelasan di bawah ini beserta hal-hal yang berkaitan dengannya.

Memahami

Negosiasi merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan berbeda.

Menurut KBBI, perundingan sendiri merupakan suatu proses tawar-menawar dengan cara berunding memberi atau menerima yang berguna untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak lainnya.

Negosiasi berasal dari kata bahasa Inggris “negotiate” yang berarti perundingan dengan menggunakan strategi khusus. Strategi yang tersirat dalam negosiasi adalah:

  • strategi menang-menang (strategi menang-menang)
  • strategi menang-kalah (strategi menang-kalah)
  • strategi kalah-kalah (strategi kalah-kalah)

Dalam benak Anda pasti berpikir, kapan sebaiknya Anda bernegosiasi? Ibarat persahabatan, negosiasi memerlukan trik atau strategi. Sifat manusia sendiri biasanya tidak mau kalah, tidak mau dipaksa, bahkan tertindas.

Oleh karena itu, win-win solution merupakan jalan dan pilihan terbaik yang ada. Sehingga mengetahui cara bernegosiasi yang benar akan sangat menguntungkan posisi Anda di bidang sosial, atau bahkan di bidang bisnis.

Pertanyaan berikutnya yang ada di benak Anda tentu saja, kapan upaya negosiasi sebenarnya dibutuhkan? Maka upaya negosiasi diperlukan jika kita tidak mempunyai pilihan yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi atau mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.

Ciri-ciri Teks Negosiasi

Setelah mengetahui penjelasan diatas, ada baiknya kita mengetahui ciri-cirinya terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke pembahasan lebih dalam, berikut ciri-cirinya:

  1. Negosiasi menghasilkan kesepakatan.
  2. Negosiasi menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
  3. Negosiasi merupakan salah satu cara untuk mencari solusi atau jalan tengah.
  4. Negosiasi lebih diarahkan pada tujuan praktis.
  5. Negosiasi dilakukan untuk mengutamakan kepentingan bersama.
  6. Negosiasi melibatkan rencana yang belum terjadi.
  7. Negosiasi selalu melibatkan dua pihak.
  8. Negosiasi merupakan kegiatan komunikasi langsung.
  9. Teks negosiasi umumnya berbentuk dialog atau diubah menjadi monolog.

Struktur Teks Negosiasi

Struktur teks negosiasi dalam dialog negosiasi antara pihak satu dan pihak kedua untuk mencapai kesepakatan dalam bentuk non jual beli, terdiri dari tiga bagian, yaitu sebagai berikut:

  1. Kalimat Pembuka
    Seperti: Selamat pagi/siang/sore/malam, dll.; aku Pina…….
  2. Isi
    Seperti: Seluruh karyawan telah bekerja keras untuk perusahaan, namun menurut kami, kami merasa tidak mendapatkan kompensasi yang layak. Kami tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya dengan Rp. 1.500.000, minimal kita menerima gaji sebesar Rp. 3.000.000 per bulan
  3. Menutupi
    Seperti: Terima kasih bu, selamat siang.

Berbeda dengan struktur di atas, teks dialog negosiasi antara penjual dan pembeli di pasar memiliki struktur teks sebagai berikut:

  1. Orientasi
    Orientasi ini merupakan kalimat pembuka atau awalan untuk memulai pembicaraan negosiasi. Umumnya dapat berupa: salam, sapaan dan lain-lain.
  2. Meminta
    Pihak yang ingin mengetahui menanyakan tentang suatu barang atau masalah yang sedang dihadapinya.
  3. Pemenuhan
    Pihak yang terkait dengan pihak peminta bertugas untuk memberitahukan mengenai barang atau benda yang diinginkannya atau membantu permasalahan yang sedang dihadapinya.
  4. Menawarkan
    Klimaks atau puncak perundingan akibat adanya proses tawar-menawar antara satu pihak dengan pihak lain guna mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
  5. Perjanjian
    Kesepakatan atas hasil penawaran atau perundingan antara kedua belah pihak.
  6. Pembelian
    Terjadi transaksi jual beli antara masing-masing pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
  7. Menutupi
    Artinya kalimat penutup atau mengakhiri pembicaraan kedua belah pihak guna menyelesaikan suatu proses interaksi dalam negosiasi.

Baca Juga: Teks Eksposisi

Selanjutnya pada teks dialog negosiasi antara pengusaha dan pihak bank yang memiliki struktur teks sebagai berikut:

  1. Tahap Orientasi
  2. Tahap Penyerahan
  3. Tahap Penawaran
  4. Tingkat Persetujuan
  5. Tingkat Penutupan

Setelah mengetahui penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa struktur teks negosiasi ini tidak baku, karena sangat bergantung pada apa yang dinegosiasikan.

Namun perlu diperhatikan bahwa hal-hal yang harus dihindari dalam perundingan adalah hal-hal yang dapat merugikan kedua belah pihak. Dengan begitu, guna menghindari hal-hal tersebut maka perundingan perlu dilakukan dengan cara-cara yang santun sebagai berikut:

  1. Sesuaikan percakapan dengan tujuan praktis.
  2. Mengakomodasi poin-poin perbedaan antara kedua pihak.
  3. Mengusulkan sudut pandang baru, namun mengabaikan sudut pandang yang sudah ada tanpa mempermalukan kedua belah pihak.
  4. Mengalokasikan tugas dan tanggung jawab kedua belah pihak.
  5. Memprioritaskan atau mengelompokkan saran dan pendapat antara kedua belah pihak.

Langkah-langkah dalam Bernegosiasi

Untuk memudahkan Anda dalam membuat teks negosiasi, salah satu cara umum yang digunakan adalah pendekatan langkah demi langkah dalam menyusun teks negosiasi, berikut penjelasannya:

  1. Tentukan tujuan.
  2. Tentukan pihak-pihak terkait di dalamnya.
  3. Tentukan konflik yang akan dibicarakan.
  4. Tentukan solusi dalam sebuah penawaran.
  5. Tentukan model perjanjian.

Aturan Bahasa untuk Teks Negosiasi

Selain memiliki struktur yang terkandung di dalamnya, teks negosiasi juga memiliki kaidah kebahasaan yang membedakannya dengan teks lainnya, yaitu sebagai berikut:

1. Bahasa Persuasif

Bahasa persuasif adalah bahasa yang digunakan untuk membujuk atau menarik perhatian. Seperti pada kalimat ini: “Baguslah Mi. Cocok sekali memakai baju ini ke acara formal maupun nonformal.”

2. Kalimat Deklaratif

Kalimat ini merupakan kalimat yang disampaikan dalam bentuk pernyataan yang berfungsi untuk memberikan informasi atau berita tentang suatu hal.

3. Bahasa yang Sopan

Jadi, selain memiliki kalimat tersendiri, teks ini menggunakan bahasa yang santun antara kedua belah pihak, sehingga menjamin terjadinya komunikasi yang baik demi tercapainya negosiasi yang berhasil.

4. Menggunakan Konjungsi

Arinya menggunakan kata penghubung dalam teks negosiasi, misalnya: jika, demikian, meskipun, meskipun, dan lain-lain.

5. Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang ringkas, singkat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara akurat. Maknanya jelas sehingga mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca, sedangkan maknanya tepat sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku.

6. Berisi Pasangan Pidato

Tuturan adalah kalimat yang diucapkan seseorang untuk menyampaikan maksud atau tujuan tertentu. Ini merupakan salah satu bentuk komunikasi verbal antara seseorang dengan lawan bicaranya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam teks negosiasi, tuturannya berbentuk dialog yang artinya dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Baca Juga: Contoh Teks Eksposisi

Berikut contoh contoh tuturan berpasangan:

  1. Ada yang mengucapkan salam, ada pula yang membalas salam.
  2. Ada yang bertanya, ada yang menjawab atau tidak menjawab.
  3. Saat meminta bantuan – seseorang memenuhi atau menolak permintaan tersebut.
  4. Ada yang menawarkan, ada pula yang memenuhi atau menolak tawaran tersebut.
  5. Ada yang memberi saran – ada yang menerima atau menolak usulan mitra tutur dalam perundingan.

Nah maksudnya disini adalah dalam perundingan ada yang memerintah dan sebagai balasannya ada yang melaksanakan perintahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Misal: ketika anda berbelanja, anda memesan (meminta bantuan, umumnya dilakukan oleh pembeli) untuk mendapatkan pakaian yang anda inginkan, kemudian pihak lain akan memenuhi pesanan tersebut (umumnya dilakukan oleh penjual).

8. Menggunakan Kata Ganti

Kata ganti atau pronoun adalah jenis kata yang menggantikan kata benda atau frase kata benda. Seperti: aku, kami, atau kamu.

9. Pidato Langsung

Jadi, selain menggunakan kalimat efektif, kalimat langsung juga digunakan dalam teks negosiasi. Tuturan langsung adalah kalimat yang meniru ucapan atau ucapan orang lain.

10. Menggunakan Kalimat Pernyataan

Maksudnya disini adalah menggunakan kalimat yang menyatakan ada atau tidaknya kesepakatan.

11. Menggunakan kalimat kontras.

Jadi yang terakhir adalah kalimat kontras yang artinya menggunakan kalimat perbandingan di dalamnya.

Contoh Teks Negosiasi

Pagi itu di pasar Senin, seperti biasa terjadi aktivitas jual beli di seberang jalan. Pina yang sedang berlibur ingin membeli oleh-oleh untuk ibunya, ingin membeli sajadah yang empuk. Terjadi tawar menawar antara Pina dengan penjual toko sajadah.

Penjual : Selamat pagi nak.
Pina : Selamat pagi pak.
Penjual: Ada yang bisa saya bantu, kak?
Pina: Kak, aku cuma mau beli sajadah untuk ibuku.
Penjual : Cari model apa ya Kak?
Pina : Yang terlihat elegan saja kak, motifnya jangan terlalu ramai dan bahannya tetap lembut.
Penjual : Kemarilah kak, silahkan pilih semua sajadah yang ada.
Pina : Yaa aku suka yang warna hijau ini kak, motifnya tidak terlalu ramai dan bahannya lembut.
Penjual : Iya kak, ini memang impor yang banyak peminatnya.
Pina : Berapa biayanya kak?
Penjual : Rp 100.000,00.
Pina : Wah ternyata lumayan mahal ya? Rp. 70.000,00 bisa gak gan? Penjual : Bukan kak, itu bahan impor.
Pina : Jadi gak boleh kurang ya kak?
Penjual : naik sedikit ya kak, Rp. 85.000,00, Bu.
Pina : Rp 80.000,00 gan? Ini adalah hadiah untuk ibuku.
Penjual : Sebenarnya tidak sebanyak itu kak, keberuntungan saya juga tidak sebanyak itu
Pina : Iya, Rp. 85.000,00, saya ambil yang ini.
Penjual: Apakah ada barang lain yang ingin Anda beli?
Pina : Sekian dulu kak, ini jumlah uangnya pas kak.
Penjual : Oke terima kasih kak.
Pina : Iya kak, sama-sama.

Baca Juga: Contoh Narasi Teks

Sebutkan struktur yang terdapat dalam teks negosiasi!

1. Orientasi
2. Permintaan
3. Pemenuhan
4. Penawaran
5. Persetujuan
6. Pembelian
7. Penutupan

Apa saja unsur-unsur yang dapat membangun teks negosiasi?

Inti dari teks negosiasi adalah sebagai berikut:
1. Partisipan, adalah seseorang yang berperan dalam mengusulkan dan menawar sesuatu dalam teks negosiasi.
2. Adanya usulan terhadap sesuatu yang diperlukan oleh peserta pengusul dan adanya tawaran dari peserta yang mempunyai sesuatu yang dibutuhkan oleh peserta pengusul.
3. Terdapat perbedaan kepentingan antara kedua partisipan.
4. Adanya kesepakatan yang dicapai untuk mengakhiri perundingan.

Apa yang dimaksud dengan pasangan tutur?

Pasangan tutur adalah suatu kalimat yang diucapkan dengan tujuan untuk menyampaikan suatu pesan tertentu, dimana terdapat kata-kata yang saling berbalas seperti: ditanya ya dijawab, disapa ya disapa.

Nah, jika para pelajar anda khususnya yang masih berada pada jenjang pendidikan masih bingung mengenai struktur artikel teks negosiasi dan lain sebagainya, maka makalah teks negosiasi ini cukup mewakili jawabannya bagi anda semua.

Demikian pembahasan pada artikel struktur teks negosiasi, semoga bermanfaat dan menjadi pengetahuan baru bagi pembaca.



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *