GJB (Gerakan Jatuh Bebas) – Pengertian, Rumus, Contoh Soal
3 mins read

GJB (Gerakan Jatuh Bebas) – Pengertian, Rumus, Contoh Soal


RumusRumus.com – Kali ini kita akan membahas GJB (Gerakan Jatuh Bebas), yaitu menutupi rumus gerak jatuh bebas dan juga memahami gjb. Sekaligus menjelaskan tentang besarnya gerak jatuh bebas dan contoh soal GJB serta pembahasannya.

Memahami Gerak Jatuh Bebas

Gerakan Jatuh Bebas (GJB) merupakan salah satu bentuk gerak lurus secara berkelompok Gerak Lurus Berubah Seragam atau biasa disebut GLBBdimana pergerakan benda hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi dan gesekan dengan udara. Jatuh bebas merupakan gerak yang terjadi tanpa adanya kecepatan awal benda (kecepatan awal nol).

Misalnya saja ketika buah jatuh dari pohonnya ke tanah. Kecepatan yang terjadi pada saat jatuh bebas akan terus berubah dan bertambah tergantung ketinggian. Jadi gerakan ini termasuk dalam kelompok gerakan lurus tidak beraturan atau biasa disebut GLBB.

Pada saat jatuh bebas, pergerakan benda akan dipengaruhi oleh dua gaya, yaitu gaya gravitasi yang membuat kecepatan bertambah cepat dan gaya gesek dengan udara yang mencegah bertambahnya kecepatan. Dalam kejadian ini gaya gravitasi selalu berlawanan arah dengan gaya gesek benda.

Hal ini sesuai dengan konsepnya GLBB atau dipanggil gerak lurus berubah beraturan. Untuk dapat menghitung dengan benar, diperlukan rumus gerak jatuh bebas. Hal ini dapat ditunjukkan pada suatu benda yang jatuh dan tidak mempunyai kecepatan awal dari ketinggian. Gerak jatuh suatu benda juga sangat dipengaruhi oleh percepatan gravitasi.

Fitur – Fitur Gerak Jatuh Bebas

  • Memiliki lintasan garis lurus vertikal
  • Tidak mempunyai kecepatan awal (kecepatan awal sama dengan nol)
  • Terjadi perubahan kecepatan (percepatan atau perlambatan benda)
  • Pergerakan terjadi dari ketinggian
  • Dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan gaya gesek serta hambatan udara.
    Percepatan benda sama dengan percepatan gravitasi (a = g).

Rumus Gerak Jatuh Bebas

rumus gerak jatuh bebas
rumus gerak jatuh bebas

Besaran pada Gerak Jatuh Bebas

Kelajuan merupakan besaran dalam fisika yang menunjukkan seberapa cepat suatu benda berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Satuan internasional yang digunakan untuk kecepatan adalah meter per detik (MS).

Namun dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, kita lebih sering menggunakan kilometer per jam (km/jam), sedangkan di Amerika mil per jam lebih sering digunakan, (mil/jam). Kecepatan dapat diperoleh dengan mengalikan jarak yang ditempuh dengan waktu tempuh. Simbol kecepatan adalah ay

Jarak adalah besaran dalam fisika yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisinya pada lintasan tertentu. Satuan internasional untuk jarak adalah meter (M), namun dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, kita sering menggunakan kilometer (km).

Sedangkan di Amerika, mil atau kaki sering digunakan. Hasil jarak didapat dari mengalikan kecepatan dengan waktu tempuh. Jarak pada Gerak Jatuh Bebas adalah tinggi benda dari permukaan.

Waktu tempuh adalah waktu yang diperlukan suatu benda untuk berpindah dari suatu posisi ke posisi lain dengan kecepatan tertentu. Satuan waktu perjalanan internasional adalah detik (S), simbol yang digunakan untuk menyatakan waktu perjalanan adalah t. Waktu tempuh dapat diperoleh dengan membagi jarak dengan kecepatan.

Percepatan adalah perubahan kecepatan yang terjadi pada suatu benda, yang terjadi karena pengaruh gaya yang bekerja pada benda tersebut atau karena kondisi benda tersebut. Karena perubahan yang terjadi pada benda di GJB dipengaruhi oleh gaya gravitasi, maka percepatannya sama dengan percepatan gravitasi.

Nilai percepatan gravitasi yang digunakan jika tidak diketahui dalam soal adalah 9,81m/s² atau dibulatkan menjadi 10m/s². Simbol yang digunakan untuk melambangkan gravitasi adalah g

Contoh Soal GJB

Contoh Soal 1

Sebuah mangga jatuh dari pohon yang tingginya 5 meter. Hitunglah tinggi pohon mangga setelah 0,5 sekon dengan gaya gravitasi saat itu adalah 10 m/s²

Diskusi :

Diketahui:

  • jam total = 5 meter
  • t = 0,5 detik
  • g = 10 m/s²

Diminta:

jam setelah 0,5 detik?

Menjawab :

jam = ½ gt²
h = ½ (10)(0,5)²
jam = 1,25 m

Karena tinggi (h) yang dicapai mangga dalam waktu 0,5 sekon adalah 1,25 m. Maka tinggi h setelah 0,5 s adalah:

jam total – jam dengan 0,5 detik = 5 – 1,25 = 3,75 m

Demikian pembahasan lengkap materi dan rumus GJB serta contoh soal, semoga bermanfaat…



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *