Pengertian Etimologi – Agama, Ide, Tujuan, Konsep, Contoh
7 mins read

Pengertian Etimologi – Agama, Ide, Tujuan, Konsep, Contoh


Arti Etimologi – Agama, Ide, Implementasi, Tujuan, Konsep, Contoh: Etimologi adalah cabang linguistik yang mempelajari asal usul kata.


Memahami Etimologi

Etimologi adalah cabang linguistik yang mempelajari asal usul kata. Misalnya, kata etimologi sebenarnya diambil dari kata Belanda etimologie yang berakar dari bahasa Yunani étymos (arti sebenarnya dari sebuah kata) dan lògos (sains).


Baca juga artikel yang mungkin terkait: Pengertian Seni Murni dan Seni Terapan serta Perbedaannya


Beberapa kata diambil dari bahasa lain, mungkin dalam bentuk yang dimodifikasi (kata aslinya disebut etymon). Melalui naskah-naskah kuno dan perbandingan dengan bahasa lain, etimologi mencoba merekonstruksi asal usul kata, kapan masuk ke dalam suatu bahasa, bagaimana makna dan bentuk kata serta dari sumber apa kata tersebut berubah.


Etimologi juga mencoba merekonstruksi informasi tentang bahasa yang telah lama memperoleh informasi langsung tentang bahasa tersebut (misalnya tulisan) untuk diketahui. Dengan membandingkan kata-kata dalam bahasa yang teratur satu sama lain,


seseorang dapat belajar tentang bahasa-bahasa kuno yang merupakan “generasi yang lebih tua”. Dengan cara ini dapat diketahui akar bahasa yang dapat ditelusuri jauh ke belakang asal muasal rumpun bahasa Austronesia.


Etimologi Bahasa Indonesia

Sebagai sebuah bahasa, bahasa Indonesia berasal dari rumpun Melayu, bagian dari Austronesia, meskipun kosakatanya saat ini mencakup kata-kata dari berbagai bahasa. Akar bahasa Melayu dan Austronesia terlihat dari persamaan nama bilangan dalam bahasa Indonesia dan misalnya bahasa Indonesia: dua = Tagalog dalawa, tiga = telu (Jawa dan Bali) tilu (Sunda) tello’ (Madura), tatlo (Filipina ).


Dan telingga sama dengan tainga (Filipina), sedangkan hidung dalam bahasa Filipina artinya ilong. Meski begitu, perubahan bahasa telah mereduksi banyak unsur gramatika, seperti sistem morfologi: dalam bahasa Jawa dan Filipina (Tagalog) masih terdapat infiks, sedangkan dalam bahasa Indonesia disederhanakan.


Beberapa unsur khusus dalam kosakata tersebut sebagian besar dipinjam dari bahasa Sansekerta, Belanda, Arab, dan Spanyol. Misalnya saya berasal dari bahasa Sansekerta sedangkan Anda masih berasal dari bahasa Austronesia.


ASAL USUL NAMA INDONESIA

Ketika Belanda menjajah Indonesia pada abad ke-17, bahasa Belanda ikut dibawa. Kelas penguasa berbicara bahasa Belanda, sedangkan para petani berbicara bahasa Belayu, Jawa atau bahasa daerah lainnya pada waktu itu. Hal ini dapat menyebabkan banyak kata yang berpasangan dalam bahasa Indonesia dan Belanda.


Baca juga artikel yang mungkin terkait: Pengertian Seni Menurut Para Ahli Beserta Bentuknya


Misalnya, polisi mirip dengan Politik Belanda; handuk dengan handdoek yang artinya ‘mengusap (doek) tangan (tangan)”. Sepeda berasal dari bahasa Belanda vélicopède (yang dipinjam Belanda dari bahasa Perancis). Setelah Belanda meninggalkan Indonesia, banyak kata serapan bahasa Belanda yang dilatinkan: misalnya kwalitet (Bld. “kwaliteit”) sering diubah menjadi mutu (bahasa Latin “qualitas”).


Dalam bidang agama, ratusan kata berasal dari bahasa Arab.

Sebelumnya, bahasa Sansekerta telah banyak memasukkan kata-kata dalam bahasa Indonesia, khususnya bahasa Jawa. Misalnya: kusuma artinya bunga, wijaya artinya pemenang, kota artinya benteng, padahal artinya perubahan, hasil atau pala, maha artinya besar dan ratusan lainnya.


Bahasa Indonesia terbukti mampu menampung kata-kata dari banyak bahasa: Arab, Belanda, Inggris, Perancis, Latin, Spanyol, Yunani, Sansekerta, Cina dan lain-lain.


Ide Dasar dalam Etimologi

  1. Kata-kata ini biasanya dimulai dengan bentuk yang lebih panjang dan mungkin lebih rumit, yang kemudian menjadi lebih sederhana atau lebih pendek. Misalnya mesa (“kerbau”) dalam bahasa Jawa Krama berasal dari bahasa Sansekerta Mahisa.

  2. Berbeda dengan item di atas, kata-kata pendek dapat diperpanjang dengan menambahkan akhiran pada kata-kata tersebut.
    Misalnya kata doctor berasal dari + + a (dokter dari Belanda).

  3. kata-kata slang (tidak resmi) dapat diterima sebagai bahasa resmi. Terkadang yang terjadi justru sebaliknya, kata resminya menjadi bahasa gaul.
  4. Kata “kasar” atau “kotor” dapat berupa eufemisme, dan eufemisme juga dapat berupa “kasar”.

  5. kata-kata tabu dapat dihindari dan kemudian dihilangkan, seringkali digantikan dengan eufemisme atau pengandaian.
  6. Kata-kata tersebut dapat digabungkan menjadi kata portmanteau, misalnya Polisi, gabungan polisi dan daerah.

  7. Kata-kata dapat dimulai sebagai akronim, seperti surat izin mengemudi (“SIM”).
  8. Kedengarannya seperti sesuatu yang bisa diasimilasikan dengan kata-kata. Misalnya laporan berasal dari “rapport” (Belanda), namun bunyi pertama diubah menjadi rrl untuk membedakan bunyi dua digit tersebut.

  9. Bunyi dapat ditambahkan pada suatu kata, menurut morfologi bahasa Indonesia: Maret (Belanda: “Maart”) atau dihilangkan (anestesi dari bahasa Persia “bihausi”).
  10. Bunyi asing bisa diindonesiakan, demikian sarannya (bahasa Arab: “fatwa”).

  11. Kata-kata bisa dibuat dengan sengaja, seperti apa yang Anda ucapkan.
  12. Kata-kata dapat dipilih dari tempat tertentu (toponim, misalnya capsicum yang berarti “cabai”) atau dari nama orang tertentu (eponim, Tendon Achilles).

Implementasi Etimologi

Etimologi populer (atau etimologi rakyat) berarti “etimologi palsu” yang diciptakan masyarakat karena etimologi tersebut dianggap benar, padahal ternyata salah.


Baca juga artikel yang mungkin terkait: Pengertian Estetika dalam Seni Beserta Konsep dan Sejarah Keindahan


  • Kata telepon berasal dari kata telefoon/telephone (Belanda/Inggris). Menurut etimologi populer, kata tersebut terkadang dianggap berasal dari “tali pohon”, namun itu tidak benar.
  • Sumber asli kata “oke” atau “OK” tidak diketahui, sehingga banyak etimologi populer bermunculan

  • Menurut etimologi populer, bahasa pemrograman Java dan JavaScript berasal dari pulau atau Aksara Jawa (Aksara Jawa) padahal sebenarnya berasal dari bahasa gaul populer dalam bahasa Inggris, Java yang artinya kopi (yang berasal dari bahasa Jawa).

  • Pedagang kaki lima. Ada pendapat yang menggunakan istilah PKL untuk pedagang yang menggunakan gerobak (jumlah “kaki” ada lima: dua kaki pedagang ditambah tiga “kaki” gerobak), padahal istilah tersebut merujuk pada pedagang yang berjualan di trotoar, yaitu panjangnya ditentukan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. lebarnya lima kaki.

  • Menurut etimologi rakyat, cap cai diartikan sebagai masakan yang berisi sepuluh jenis sayuran, karena dalam dialek Hokkian kata cap juga berarti “sepuluh”. Namun kata cap cai dalam arti dan tulisan aslinya berarti “aneka sayuran”.

Tujuan Etimologi

Mencoba merekonstruksi informasi tentang bahasa-bahasa lama agar informasi langsung tentang bahasa tersebut (seperti tulisan) dapat diketahui.


Contoh:

  • Ilmu yang mempelajari suatu bahasa kuno, dengan itu diketahui akar-akar bahasa kuno yang dapat ditelusuri jauh ke belakang sampai ke asal-usul rumpun bahasa tersebut.

Konsep Etimologi

Etimologi atau asal kata merupakan aspek penting dalam kamus. Bagi sebagian besar kamus satu bahasa, penyertaan unsur etimologis terkadang bukan suatu keharusan. Hal ini terjadi karena untuk menelusuri unsur serapan suatu bahasa asing atau bahasa serumpun dalam bahasa ibu, diperlukan penelitian yang mendalam dan pengetahuan yang gigih.


Baca juga artikel yang mungkin terkait: Pengertian Prosa Lama dan Prosa Baru Beserta Contoh Lengkapnya


Namun unsur etimologi sebagai salah satu unsur bidang informasi kamus mempunyai kedudukan penting dalam kamus. Para penyusun kamus di wilayah ini mengambil posisi untuk memasukkan sebanyak mungkin unsur etimologis pada kata-kata yang perkembangannya dapat ditelusuri. Untuk melakukan hal tersebut bukanlah hal yang mudah.


Ada tiga kendala besar dalam hal ini. Pertama, terlalu banyak mengalami perubahan struktur sehingga sulit ditemukan identifikasinya. Kedua, frekuensi penggunaannya sangat besar sehingga unsur penyerapannya tidak lagi terasa. Ketiga, bentuk kata atau unsur serapan ada pada dua bahasa yang berbeda (Tutshi Eddy 1986).


Jika dicermati dalam kamus dewan, uraian etimologisnya tidak diberikan penjelasan secara lengkap, melainkan hanya menyatakan bahasa sumber suatu kata yang sudah meresap ke dalam kosakata bahasa Melayu.


Ini sama saja dengan dari bahasa terkait atau dari bahasa asing. Sedangkan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, unsur etimologis merujuk pada ragam bahasa yang digunakan oleh warga negara Indonesia, baik dari bahasa terkait maupun dari bahasa asing.


Pada artikel ini belum lengkap rasanya jika tidak mengupas tentang proses serapan bahasa asing pada bahasa Melayu. Penyusun kamus ini mengambil pendekatan ini untuk membantu Anda mengidentifikasi asal kata yang tumbuh sejak evolusi bahasa Melayu, yang kaya akan bahasa dan budaya selama berabad-abad.


Baca juga artikel yang mungkin terkait: Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli Beserta Pengertian dan Unsurnya

Mungkin dibawah ini yang anda cari



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *