Diferensiasi Sosial – Pengertian, Ciri-ciri, Bentuk dan Jenisnya
4 mins read

Diferensiasi Sosial – Pengertian, Ciri-ciri, Bentuk dan Jenisnya


Diferensiasi Sosial – Merupakan proses diferensiasi penduduk atau penduduk secara horizontal. Berbeda dengan stratifikasi sosial, diferensiasi bukanlah tentang perbedaan vertikal dalam keadaan dan posisi sosial.

Kunci dari gagasan diferensiasi sosial adalah kesetaraan. Setiap orang mempunyai derajat atau peluang yang sama, meskipun sifat atau sifat mereka berbeda.

Memahami Diferensiasi Sosial

diferensiasi sosial

Seperti disebutkan di atas, diferensiasi sosial adalah proses membedakan masyarakat ke dalam struktur sosial horizontal.

Horisontal artinya kelompok sosial yang sama atau tidak ada yang menempati kedudukan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Perbedaan sosial teoritis tidak mewakili kelompok orang yang seharusnya mendapat perlakuan khusus atau penelantaran. Dalam suatu kelompok orang-orangnya sama, dengan status yang sama.

Ada tiga ciri utama diferensiasi sosial:

Penjelasan & Ciri-Ciri Diferensiasi Sosial

1. Ciri Fisik

Perbedaan antar individu atau kelompok dapat diketahui dari penampilan fisiknya. Klasifikasi ini mudah dimengerti.

Misalnya kita melihat seseorang berambut pirang dengan penduduk asli berambut hitam atau berambut hitam. Kita dapat dengan cepat menebak bahwa mereka berbeda dari penampilannya.

2. Ciri-ciri Sosial

Kelompok masyarakat didasarkan pada peran sosial seperti pekerjaan, jabatan, dan status sosial.

Kita dapat mengidentifikasi orang-orang yang menawarkan menu ketika mereka menjadi pelayan di restoran. Kalau chefnya di belakang, tukang parkirnya di depan pintu.

Hampir mustahil bagi petugas parkir untuk mengambil pesanan kami nanti. Perbedaan peran sosial disebabkan oleh perbedaan profesi.

3. Ciri-ciri Budaya

Diferensiasi menurut ciri budaya terjadi karena perbedaan nilai atau orientasi agama.

Bisa juga karena perbedaan adat istiadat, seni dan tradisi. Seorang wanita berhijab dan datang ke acara pengajian. Kita bisa dengan mudah mengenali agama orang tersebut.

Oleh karena itu, diferensiasi kelompok sosial menurut ciri-ciri tersebut berkembang dalam berbagai bentuk.

Ciri fisik berkembang dalam persaingan, ciri sosial berkembang dalam status dan peran, dan ciri budaya menjadi ciri suku dan agama.

Penjelasan & Bentuk Diferensiasi Sosial

1. Ras

Dikelompokkan berdasarkan warna kulit, biasanya juga mencantumkan warna dan jenis rambut. Ras Mongolia Asia dengan rambut kuning berkulit halus. Negro hitam dengan rambut keriting. Ras kulit putih.

Mereka semua berbeda namun mempunyai derajat yang sama dengan manusia.

2. Agama

Kita bisa memandang Indonesia sebagai laboratorium tempat masyarakat dikelompokkan berdasarkan agama. Setidaknya ada enam agama yang diakui pemerintah. Masih banyak agama lain yang belum diketahui. Beda-beda semua, tapi semuanya warga negara Indonesia.

3. Suku

Di Indonesia hidup berbagai suku dan suku. Bahasa Jawa dan Sunda berbicara dalam bahasa yang berbeda setiap hari. Beda logatnya, tapi sama-sama nasional, Indonesia.

4. Jenis Kelamin

Satu kelompok masyarakat masuk dalam kategori perempuan, kelompok lainnya termasuk laki-laki. Mereka berbeda namun serupa dalam hal akses terhadap pendidikan, bisnis dan politik.

5. Profesi

Pemimpin laki-laki berbeda dengan ketua RT, tidak seperti orang biasa. Namun setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

6. Klan

Jika teman kita adalah keturunan bangsawan sedangkan kita adalah keturunan rakyat jelata, maka berbedalah kita dengan teman kita.

Namun ingatlah selalu, bahwa kita mempunyai kesempatan yang sama untuk sukses.

Bentuk diferensiasi sosial sangat berbeda-beda. Namun setidaknya secara teoritis, keberagaman tidak menciptakan kekosongan status sosial. Semua orang sama, meski berbeda.

Penjelasan & Jenis Diferensiasi Sosial

Selain ciri dan bentuknya, diferensiasi sosial dapat dikelompokkan berdasarkan jenisnya

Ada tiga jenis diferensiasi sosial, yaitu:

1. Diferensiasi Tingkat

Diferensiasi diakibatkan oleh tidak meratanya distribusi barang dan jasa yang dibutuhkan di suatu daerah.

Harga gas di Papua lebih mahal dibandingkan di Pulau Jawa, karena distribusi gas di Papua melalui proses yang panjang.

2. Diferensiasi Fungsional

Seorang pemimpin kelas mempersiapkan kelasnya untuk berdoa sebelum kelas dimulai. Siswa lain hanya mengikuti. Peran yang berbeda dihasilkan dari perbedaan posisi yang mereka tempati.

3. Diferensiasi Adat

Diferensiasi muncul dari norma-norma yang berbeda di suatu daerah untuk menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

Di suatu negara misalnya, orang yang tidak tertib mengantri dianggap tidak etis dan tidak beradab. Namun, di negara lain hal seperti itu merupakan hal yang lumrah.

Diferensiasi sosial merupakan salah satu konsep kunci dalam sosiologi, karena di mana pun ada masyarakat, selalu ada diferensiasi di antara mereka.

Baca Juga:



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *