Contoh Norma Moral – Pengertian, Manfaat, Tujuan, Ciri-ciri dan Sanksinya
8 mins read

Contoh Norma Moral – Pengertian, Manfaat, Tujuan, Ciri-ciri dan Sanksinya


Contoh Norma Moral – Tahukah anda bahwa tanpa disadari, setiap norma kesusilaan telah tertanam dalam diri manusia, atau lebih tepatnya di dalam hati itu sendiri. Norma moral sendiri sangatlah penting karena akan berkaitan dengan aktivitas dalam kehidupan.

contoh norma moral

Nah, agar lebih memahaminya, mari simak penjelasannya di bawah ini:

Memahami

Norma moral merupakan aturan sosial yang mengatur bagaimana manusia berperilaku yang pada umumnya bersumber dari hati nurani manusia itu sendiri.

Norma moral tidak menyiratkan sanksi yang tegas sebagaimana seharusnya norma hukum. Selain itu, bagi yang melanggar norma kesusilaan tetap akan mendapat sanksi individual seperti rasa malu.

Nah, norma kesusilaan sendiri terdiri dari dua kata, yaitu :

  1. Norma; suatu aturan atau pedoman untuk mengatur
  2. Kesopanan; suatu sikap atau aturan hidup

Pengertian norma moral juga dapat diartikan sebagai peraturan sosial yang bersumber dari hati nurani manusia yang membentuk moral seseorang.

Karena bersumber dari hati nurani sendiri maka norma moral tidak tertulis dan pelaksanaannya dilakukan oleh manusia berdasarkan hati nuraninya. Norma kesusilaan tersebut dikenal dengan norma kesusilaan, sehingga siapa pun yang melanggar norma kesusilaan dicap sebagai orang yang tidak bermoral atau tidak bermoral.

Baca Juga: Contoh Norma Hukum

Tujuan Norma Moral

Merujuk pada pengertian norma kesusilaan, tujuan dari norma ini adalah agar setiap individu mempunyai nilai-nilai kemanusiaan dan sifat-sifat moral yang baik sehingga terciptanya hubungan yang harmonis antar manusia dapat segera terwujud.

Manfaat Norma Moral

Selain tujuannya, tentu mengandung banyak manfaat, misalnya untuk membantu seseorang membedakan mana yang buruk dan yang baik.

Tidak hanya itu, norma moral juga dapat menjadi pedoman bagi manusia mengenai bagaimana bersikap dan bersikap dalam kehidupan bermasyarakat.

Ciri-ciri Norma Moral

Berdasarkan pengertian norma moral, berikut beberapa ciri norma moral yang dapat diidentifikasi:

1. Lokal

Norma moral bersifat lokal atau tidak universal, sama seperti agama. Setiap daerah dan masyarakatnya mempunyai norma moral masing-masing. Khususnya di Indonesia yang terkenal dengan tingkat kesopanan yang tinggi, jika kita membentak orang tua, itu tidak baik. Namun sebaliknya, di masyarakat asing seperti Eropa yang terkenal lebih bebas, membentak orang tua boleh-boleh saja atau tidak.

2. Hati Nurani

Norma kesusilaan ini bermula dari hati nurani manusia itu sendiri. Terkadang hati nurani dikalahkan oleh berbagai kepentingan. Sehingga dalam pelaksanaannya hati nurani tidak terlalu diperhatikan. Norma-norma moral sepertinya dihilangkan.

3. Tidak Abadi

Norma moral tidak bersifat abadi dan tidak universal, karena norma tersebut bergantung pada ruang dan waktu. Selain sifatnya yang berbeda-beda di setiap daerah dan masyarakat, juga diikuti berbeda-beda sesuai zamannya. Saat ini pakaian yang baik adalah pakaian yang menutupi seluruh aurat, namun pada zaman dahulu orang tidak memakai pakaian. Waktu juga berperan dalam menentukan norma kesopanan dalam berbusana.

4. Malu

Rasa malu merupakan suatu sanksi terhadap diri sendiri dan masyarakat apabila tidak melaksanakan suatu norma kesusilaan. Seperti malu jika salah memakai kostum atau baju di suatu acara, malu jika berteriak di dalam ruangan saat rapat, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Contoh Kata Kerja

5. Penyesalan

Penyesalan merupakan suatu sanksi yang dapat dirasakan oleh diri sendiri. Sebagian orang lainnya mungkin tidak mengetahui jika dirinya telah melanggar norma kesusilaan tersebut. Penyesalan merupakan salah satu akibat yang ditimbulkan suatu hari nanti, tak hanya itu penyesalan bahkan bisa menjadi sebuah sanksi yang dirasakan seumur hidup.

Contoh Norma Moral

Untuk lebih memahaminya, kita dapat melihat berbagai contoh dalam kehidupan sehari-hari atau yang dijelaskan di bawah ini:

1. Selalu jujur

Dalam hal ini jujurlah bukan hanya saat berbicara namun juga dalam sikap dan perilaku, salah satu contohnya adalah sikap kita saat menemukan atau melihat barang milik orang lain yang terjatuh atau tertinggal di suatu tempat pada saat itu.

Orang jujur ​​ditandai dengan menyerahkan barangnya kepada pemiliknya atau melapor dan menyerahkannya kepada pihak yang berwajib atau petugas di tempat itu agar dapat dikembalikan lagi kepada pemiliknya.

2. Bersikaplah ringan dalam meminta maaf

Biasanya orang yang menyadari kesalahannya akan meminta maaf, hal ini merupakan bentuk norma kesusilaan dalam masyarakat tersebut.

Dengan meminta maaf, seseorang menyadari kesalahannya dan bertindak dewasa dalam meminta maaf. Orang yang berani meminta maaf adalah orang yang mempunyai tanggung jawab pribadi dan dapat diandalkan.

3. Berpakaianlah yang Sesuai

Cara berpakaian juga merupakan salah satu bentuk norma kesopanan, biasanya masyarakat memilih berpakaian yang sesuai dengan tempat dan situasi.

Jika kita menghadiri acara resmi tentunya kita harus menggunakan pakaian yang formal juga, sedangkan untuk acara santai kita bisa berpakaian santai. Cara berpakaian juga dapat menunjukkan atau mencerminkan kepribadian seseorang.

4. Menghargai & Menghormati

Norma moral juga mengatur cara manusia berinteraksi dengan sesama manusia. Secara umum, orang yang lebih tua harus dihormati dan dihormati oleh orang yang lebih muda.

Selain itu, cara berbicara dan menyampaikan pendapat kepada orang lain juga harus dijaga. Sesuaikan cara berkomunikasi dengan orang yang seumuran dengan orang yang lebih tua dari Anda.

5. Ucapkan Hal-Hal yang Baik

Bagi banyak orang, cara berbicara adalah hal yang mungkin dianggap sepele. Namun kenyataannya, cara kita berbicara dan topik yang dibicarakan bisa berdampak besar pada orang lain, terutama pada diri kita sendiri.

Bergosip atau membicarakan orang lain juga akan berdampak pada diri Anda sendiri, oleh karena itu Anda perlu memperhatikan cara Anda berbicara karena hal itu juga akan berdampak pada diri Anda sendiri.

6. Jangan Merampas Hak Orang Lain

Manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam hidup bersama, tentunya setiap individu harus menghormati dan menghormati hak orang lain.

Setiap individu tidak diperkenankan mengambil hak milik orang lain atau merugikan pihak lain. Segala bentuk tindakan yang merugikan, seperti merampas hak orang lain, akan merusak keseimbangan masyarakat yang ada di dalamnya, sehingga menimbulkan kesenjangan dan berpotensi menimbulkan kekacauan.

7. Terima kasih

Sama seperti meminta maaf, berterima kasih merupakan norma kesopanan yang penting namun sering diabaikan karena kesombongan dan kesombongan manusia.

Padahal, jika kedua hal tersebut dilakukan maka banyak permasalahan yang mudah terselesaikan. Segala prasangka juga akan hilang karena dengan mengucapkan terima kasih dan meminta maaf, semua permasalahan perselisihan dapat diketahui dan mungkin tidak perlu terjadi.

Baca Juga: Contoh Teks Eksposisi

8. Mohon Bantuannya

Mohon bantuannya kepada sesama manusia dan sesama makhluk hidup berdasarkan norma kesusilaan. Setiap orang akan merasa terdorong untuk menolong orang lain, mau tidak mau menolong akan dikalahkan oleh kepentingan-kepentingan lain dalam dirinya. Namun penyesalan akan muncul jika seseorang yang seharusnya ditolong ternyata mendapatkan hal yang lebih buruk dari itu.

9. Jangan mencuri

Tidak mencuri merupakan bagian dari norma kesusilaan, norma agama, dan norma hukum.

10. Tidak Mencemarkan Nama Baik

Pencemaran nama baik adalah kebalikan dari kejujuran, dalam hati nurani dan norma kesusilaan hal ini tidak dapat dilakukan atau dilaksanakan.

11. Bukan Percabulan

Perzinahan merupakan perbuatan yang ditolak hati nuraninya, hal ini juga sesuai dengan norma agama. Semua agama mempunyai aturan yang sama mengenai hal ini.

Sanksi Norma Moral

Dalam diri setiap manusia pasti ada ‘bisikan hati’ yang akan mengarahkannya pada perbuatan baik sesuai dengan norma kesusilaan. Namun kebanyakan masyarakat mengabaikannya dan malah melakukan hal-hal yang dianggap melanggar norma kesusilaan.

Ketika seseorang melakukan pelanggaran, maka orang tersebut akan mendapat sanksi mulai dari dirinya sendiri atau bahkan hukum yang bertindak.

Berikut beberapa bentuk sanksi norma kesusilaan, yaitu sebagai berikut:

  1. Perasaan malu.
  2. Perasaan menyesal.
  3. Pengecualian dalam masyarakat.
  4. Bahkan bisa dipenjara.
Dari manakah norma moral berasal?

Norma moral bersumber atau bersumber dari hati nurani manusia itu sendiri dalam kehidupan bermasyarakat,

Berikan contoh norma kesusilaan!

Karena kita warga negara Indonesia yang baik, kita harus berpakaian bagus, tidak longgar, tidak menggugah syahwat laki-laki agar terhindar dari pelecehan, dan lain sebagainya. Namun lain halnya jika Anda berada di luar negeri, yang mungkin sudah terbiasa berpakaian seperti itu.

Apa manfaat norma moral?

Manfaat norma moral salah satunya adalah sebagai pedoman bagi manusia mengenai bagaimana kita bersikap dan bertindak dalam kehidupan bermasyarakat.

Nah, apabila para pelajar anda khususnya yang masih berada pada jenjang pendidikan masih bingung mengenai contoh norma kesusilaan dalam artikel dan lain sebagainya, maka tulisan tentang norma kesusilaan ini cukup mewakili jawabannya bagi anda semua.

Demikian pembahasan pada artikel contoh norma moral, semoga bermanfaat dan menjadi pengetahuan baru bagi pembaca.



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *