Contoh Pantun Tradisional – Pengertian, Fungsi, Contoh 30+ Pantun Tradisional
5 mins read

Contoh Pantun Tradisional – Pengertian, Fungsi, Contoh 30+ Pantun Tradisional


Contoh Puisi Adat – Pantun merupakan karya sastra yang tergolong puisi Melayu Kuna. Munculnya pantun erat kaitannya dengan keberagaman budaya kita, budaya Indonesia.

Contoh Puisi Tradisional

Berbagai produk budaya Indonesia lainnya, pantun juga mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang patut diteladani dan dilestarikan sebagai generasi penerus bangsa. Penggunaan pantun tidak hanya sebagai media sosial seperti saling mengenal, bercanda, mengungkapkan perasaan, bisa juga pantun tradisional yang mengajarkan jati diri negara itu sendiri.

Nah untuk itu pada artikel kali ini akan diberikan beberapa contoh pantun adat, maka dari itu simaklah penjelasan dibawah ini agar sobat semua dapat memahaminya.

Contoh Puisi Tradisional 30+

Di bawah ini telah kami uraikan beberapa contoh pantun tradisional sesuai dengan tema pembahasan artikel kali ini:

Bagian 1:

Menanam mangga di Pulau Bukum
Tingginya sudah berbuah
Adat dimulai dengan hukum
Hukum dimulai dari Kitab Tuhan

Daun bunga tanjung yang lebat
Aroma harum bunga cempaka
Adat melestarikan warisan dijunjung tinggi
Hanya melestarikan warisannya

Gula Malaka rasanya manis sekali
Jangan mencucinya untuk membuat serbat
Ini adalah tradisi yang kuat
Biarkan anak mati, jangan mati sesuai adat

Kacang kastanye di kebun pinang
Jeruk nipis berdaun muda
Jika Anda suka, masuk dan lamar
Identitas budaya

Bukan sembarang kacang
Kacang melilit kayu jati
Saya tidak datang begitu saja
Datanglah dengan harapan di hatimu

Menyulam dengan benang kasar
Bajunya dibordir di pinggir kain
Kesalahan kecil atau besar
Hukum sudah ada

Duduk di antara teman dan musuh
Tidak berdiri di satu sisi
Ingin berdiri di atas lawan Anda
Di situlah semuanya berakhir

Para taruna tiba di darat
Dari Semarang langsung ke Deli
Hidup di dunia yang beradab
Bahasa tidak untuk dijual

Pohon salak menghasilkan buah yang berlimpah
Kalau dimasak juga harum
Mengumpulkan warisan dalam bentuk adat
Kawasan ini penuh dengan alam kerajaan

Penghapus karet putih
Meskipun penghapusnya berwarna hitam
Kain yang indah adalah songket
Warisan tradisional harus dilindungi

Bagian 2:

Di tengah Pulau Sumatera ada Jambi
Di sebelahnya ada Sumatera Barat
Obor di kota
Tugas kepala suku adalah menjaga adat istiadat

Pohon pinang ditanam berdekatan
Burung puyuh sedang berlarian sekarang
Sebagaimana kita menjunjung adat
Pilar-pilar kebudayaan ditaburkan dalam hati

Permen yang sangat manis
Jangan makan yang dibuat dengan tidak benar
Ini adalah tradisi yang kuat
Biarkan anak mati, jangan mati sesuai adat

Kumbang jati itu indah
Khatib masjid kembali dengan menunggang kuda
Rusak, tumbuh dan menghilang
Kebiasaan lama juga sama

Daun bunga kecubung tebal
Baunya harum bunga cempaka
Adat melestarikan warisan dijunjung tinggi
Hanya melestarikan warisannya

Jaring bukan sembarang jaring
Kapal pukat ikan sedang berenang
Bukan sembarang adat
Adat istiadat leluhur

Ayam kampung dengan bulu merak.
Jika Anda melihatnya, harap membawanya
Adat kami dikaitkan dengan syar’ak
Kebenaran adat yang kami jaga

Menanam kelapa di Pulau Bukum
Tingginya sudah berbuah
Adat dimulai dengan hukum
Hukum didasarkan pada Kitab Allah

Kacang kastanye di hutan pinang
Jeruk nipis berdaun muda
Jika Anda suka, masuk dan lamar
Identitas budaya

Daun bunga tanjung yang lebat
Baunya harum bunga cempaka
Adat melestarikan warisan dijunjung tinggi
Hanya melestarikan warisannya

Bagian 3:

Pohon nangka menghasilkan buah yang melimpah
Kalau dimasak juga harum
Mengumpulkan warisan dalam bentuk adat
Kawasan ini penuh dengan alam kerajaan

Laksamana berbaju besi
Masuki hutan berhantu
Hidup berdiri dengan saksi
Stand khusus dengan tanda

Pohon pinangnya wangi
Tumbuh di dahan di tepi semak belukar
Adat pertunangan memang rumit
Jangan sampai kita merusak tradisi

Pohon itu menghasilkan banyak buah
Rasanya manis dan enak dimakan
Menyebarkan adat istiadat ke seluruh dunia
Adat istiadat warisan berpedoman pada buku

Orang Siantar menggerebek rumput duri
Duri tumbuh di balik bebatuan
Orang-orang pandai permainan otak
Orang pintar di baliknya

Pohon pinang ditanam berdekatan
Burung puyuh sedang berlarian sekarang
Sebagaimana kita menjunjung adat
Pilar-pilar kebudayaan ditaburkan dalam hati

Bukan sembarang lebah
Sarang lebah di buku bambu
Bukan sekedar berdoa
Berdoalah dengan sepuluh jari bersarang

Gula Melaka manis sekali
Jangan dicampur untuk membuat serbat
Ini adalah tradisi yang kuat
Biarkan anak mati, jangan mati sesuai adat

Ikan berenang dalam
Ikan bandeng, Hering berdada panjang
Adat istiadat pinang kembali ke tampuk
Tradisi sirih kembali ke pegangannya

Menyulam dengan benang kasar
Bajunya dibordir di pinggir kain
Kesalahan kecil atau besar
Hukum sudah ada

Bagian 4:

Duduk di antara teman dan musuh
Nan menginjak gorong-gorong berikutnya
Ingin berdiri di atas lawan Anda
Di situlah semuanya berakhir

Yang muda tiba di darat
Dari Makasar langsung ke
Deli Hidup di dunia yang beradab
Bahasa tidak untuk dijual

Di hilir sarang penyengat
Dalam kepulangan sarang bentilau
Kita lupa mengingatnya
Siapa pemegang gelarnya?

Menanam kelapa di pulau itu
Bukum Tinggi sudah membuahkan hasil
Adat dimulai dengan hukum
Hukum didasarkan pada Kitab Allah

Kupu-kupu kumbang jati
Khatib Endah pulang dengan menunggang kuda
Rusak, tumbuh dan menghilang
Kebiasaan lama juga sama

Suka memutuskan apa yang orang katakan
Awal diingat, akhir tidak
Kalau benar disebut orang
Namun baginya masih belum

Menanam kelapa di Pulau Bukum
Tingginya sudah berbuah
Adat dimulai dengan hukum
Hukum didasarkan pada Kitab Allah

Pakta bukan sembarang jaring
Kapal pukat ikan Beledan
Bukan sembarang adat
Adat istiadat leluhur

Rumah kuat karena persendiannya
Sambungan rumah yang rusak binasa
Bangsa ini kuat karena kebajikan
Bangsa yang korup binasa

Daun bunga tanjung yang lebat
Baunya harum bunga cempaka
Adat melestarikan warisan dijunjung tinggi
Hanya melestarikan warisannya

Adat istiadat pusaka ketika mereka tiba
Kita harus melakukan intervensi
Mencari hukum pertama
Duduk dan bernegosiasi

Apa gunanya munculnya pantun tradisional?

Kegunaan pantun tradisional adalah dapat mengajarkan jati diri negara itu sendiri pada khususnya.

Apa yang dimaksud dengan puisi tradisional?

Pantun tradisional merupakan pantun yang menggunakan gaya bahasa bernuansa kedaerahan yang kental dengan unsur tradisi budaya negara tersebut.

Dari manakah puisi itu berasal?

Pantun berasal dari bahasa Minangkabau yang dikenal dengan nama “patuntun” yang berarti petunjuk

Sekian pembahasan artikel kali ini, semoga bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru bagi pembaca.

Baca juga artikel lainnya:



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *