Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks – Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya
6 mins read

Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks – Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya


Kalimat Simpleks dan Kompleks – Dalam aktivitas manusia selalu ada yang namanya interaksi sosial dengan makhluk lain. Dalam interaksi tersebut pasti akan terjadi percakapan yang dilakukan dengan lawan bicara.

Anda harus bisa menyusun kalimat yang baik ketika berinteraksi dengan orang lain. Saat masih sekolah, kamu sering diajari cara membuat kalimat yang baik.

Kalimat Simpleks dan Kompleks
Kalimat Simpleks dan Kompleks

Setelah mengetahui beberapa jenis kalimat pada artikel sebelumnya, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas 2 jenis saja yaitu kalimat simpleks dan kalimat kompleks. Umumnya pembelajaran setiap jenis kalimat ada pada pelajaran bahasa Indonesia.

Untuk itu mari kita simak penjelasan kalimat simpleks dan kompleks dibawah ini

Memahami Kalimat Simpleks

Kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya terdiri dari satu kata kerja utama. Hal ini dikarenakan kalimat simpleks hanya mempunyai satu peristiwa, tindakan, atau rangkaian tindakan.

Kalimat ini umumnya mempunyai pola:

SP , SPO , SPOK , SPOK-Pel

Contoh:

  • Pina membersihkan meja di ruang tamu
    Jadi kalimat diatas mengandung pola SPOK
  • Nisa menyirami bunganya
    Jadi kalimat diatas mengandung pola SPO

Ciri-ciri Kalimat Simpleks

Setelah mengetahui apa itu kalimat simpleks, berikut ciri-ciri kalimat tersebut:

  1. Struktur kalimatnya sangat sederhana.
  2. Dalam kalimat simpleks tidak ada kata penghubung.
  3. Itu adalah satu kalimat.
  4. Memiliki satu proses utama,
  5. Memiliki satu kejadian/peristiwa,
  6. Atau lakukan satu tindakan.

Contoh Kalimat Simpleks

Nah, untuk lebih jelasnya Anda bisa memperhatikan beberapa contoh yang dijelaskan di bawah ini:

Bagian 1:

  1. Elfina bermain bola voli
  2. Pina jatuh dari pohon ceri
  3. Harimau itu terjebak di pintu kandang
  4. Buaya itu menerkam mangsanya dengan sekuat tenaga
  5. Bus tersebut menabrak pohon karena remnya blong
  6. Pemanah melepaskan tembakannya
  7. Pelukis itu menjual lukisannya kepada orang-orang kaya
  8. Guru mengajari murid-muridnya menulis
  9. Tawon memakan madu yang tersebar
  10. Artis itu menyanyikan lagu Indonesia Raya
  11. Perampok ditembak di kaki oleh polisi.
  12. Penjahatnya terjebak di jalan buntu.
  13. Sopir bus tertabrak kereta sore tadi.
  14. Aku menangis di dalam kamar.
  15. Ibu menyapu halaman.
  16. Dhea mencuci piring di dapur.
  17. Ibu memasak di dapur.
  18. Kemarin ayah saya menerima penghargaan.
  19. Besok saya pergi ke Maladewa.
  20. Sepeda motor itu tenggelam ke sungai.

Bagian 2:

  1. Elfina dan Bella menggambar sebuah rumah.
  2. Tugas ini sangat banyak.
  3. Saya harus melakukan tugas ini.
  4. Pina akan berlibur ke Malaysia.
  5. Sifa akan mengikuti lomba lari.
  6. Di rumah Pak Wan kita akan berkumpul.
  7. Nisa membaca SMS dari Ipin.
  8. Ibu Pina adalah seorang guru di SMAN 2 Bandar Lampung.
  9. Ayah membelikan adiknya mainan.
  10. Bayi itu menangis begitu keras.
  11. Pemburu menembak mangsanya pada sasaran yang tepat.
  12. Nisut meminjam buku bahasa Indonesia saya.
  13. Adikku menikah dengan Mba Uli.
  14. Pak Dodi akan membawakan saya kaset film.
  15. Aku sudah menunggumu selama ini.
  16. Paman dari Jakarta membawa oleh-oleh.
  17. Nurwanto menendang bola.
  18. Bola ditangkap oleh kiper.
  19. Adikku tertawa di dalam kamar.
  20. Aku mendapat hadiah dari abi.

Memahami Kalimat Kompleks

Kalimat kompleks adalah kalimat yang mempunyai lebih dari satu kata kerja atau predikat pokok karena terdapat dua tindakan, kejadian atau peristiwa.

Kedua struktur ini umumnya dapat dipisahkan dengan koma, konjungsi, atau sebaliknya tanpa ada tanda atau konjungsi sama sekali.

Contoh:

  • Pina membeli berlian baru karena dia punya banyak uang.
    Jadi kalimat ini mempunyai pola SPOCSPO
  • Sifa bernyanyi di taman, kicauan burung begitu merdu.
    Jadi kalimat ini berpola SPKSPK

Ciri-ciri Kalimat Kompleks

Setelah mengetahui pengertian yang dijelaskan di atas, Anda perlu mengetahui beberapa ciri kalimat ini untuk membedakannya:

  1. Terdapat 2 (dua) peristiwa atau kejadian dalam kalimat kompleks.
  2. Kedua struktur dalam kalimat kompleks dipisahkan menggunakan koma atau kata sambung (conjunction).
  3. Terdapat 2 (dua) subjek dan satu predikat dalam kalimat kompleks.

Jenis Kalimat Kompleks

Berbeda dengan kalimat simpleks, karena ada 2 jenis kalimat kompleks, berikut telah dijelaskan secara detail:

1. Kalimat Kompleks Parataktik

Kalimat Kompleks Parataktik adalah kalimat kompleks yang terdiri dari dua struktur tetapi mempunyai makna yang sama atau sejajar. Gunakan kata sambung “dan”, “tetapi”, “atau”, “sementara” dalam kalimat kompleks jenis ini.

Contoh:

  1. Elfina menanam bunga tulip dan dia menyiraminya dengan rajin.
  2. Alam akan begitu indah jika kita menjaganya dan selalu menjaganya dengan baik.
  3. Pakailah pakaian yang kamu punya namun harus sopan.
  4. Hanya kita sebagai generasi yang bisa menjaga atau menjaga independensi tersebut.
  5. Semua orang panik karena terjadi longsor.
  6. Dhea sudah belajar menabung sedangkan Nisa sudah pandai mencuci.
  7. Aku bekerja keras dan ibuku selalu mendoakanku.
  8. Nurwanto selalu semangat membantu ayahnya sedangkan adiknya selalu keluar bermain.
  9. Tadi pagi ibu berbelanja di indomaret namun ibu tidak bersama ayah.
  10. Aku sudah berusaha begitu gigih, sementara dia hanya diam di sana.
  11. Pina mengajak Indah pergi ke sekolah tapi Indah tidak mau pergi bersamanya.
  12. Jangan pernah menegur atau berbicara dengan orang asing.
  13. Pengusaha sudah piawai mengalami kegagalan, sehingga tidak mungkin menyerah secepat itu.
  14. Bibi membeli daging sapi dan kambing di pasar dadakan.
  15. Redo tidak punya apa-apa kecuali gayanya yang sangat arogan.

2. Kalimat Kompleks Hipotatik

Kalimat Kompleks Hipotatik adalah kalimat kompleks yang memiliki dua struktur namun maknanya tidak setara atau sejajar yang digabungkan menjadi satu kalimat yang diikuti dengan menggunakan kata sambung seperti: “jika, karena, kapan, jadi” dalam kalimat tersebut.

Contoh:

  1. Jika kamu mengikuti nasehat orang tuamu maka hidupmu akan lebih baik.
  2. Jangan membuang sampah sembarangan agar tidak menimbulkan banjir saat musim hujan.
  3. Saya ingin pergi ke Arab Saudi jika saya punya cukup uang.
  4. Pina tidak masuk sekolah hari ini karena sedang dirawat di rumah sakit.
  5. Hari ini aku sangat bahagia karena aku bertemu dengan orang yang aku cintai.
  6. Semua pedagang menaikkan harga dagangannya karena harga BBM dinaikkan oleh pemerintah.
  7. Saya masih ingat kejadian itu ketika saya masih kuliah.
  8. Aku sedang pergi berbelanja dengan Nisa ketika pamanku berkunjung ke rumahku.
  9. Burung hantu aktif mencari mangsa bahkan ketika hari telah tiba.
  10. Nisa tidak ada di rumah saat gempa terjadi.
  11. Guru menjelaskan pelajaran ketika siswa sedang tertidur di kelas.
  12. Saya akan menjadi presiden ketika saya berusia 37 tahun.
  13. Polisi mengamankan bom di rumah tersebut. Jika polisi tidak segera mengamankannya, bom tersebut bisa meledak.
  14. Ria sekarang sudah dewasa jadi dia lebih lihai.
  15. Wangi bunga mawar mewarnai taman sehingga banyak kumbang yang mendekatinya.
Jelaskan perbedaan kalimat simpleks dan kalimat kompleks!

Kalimat simpleks memiliki 1 struktur dan 1 kata kerja utama dalam kalimatnya sedangkan kalimat kompleks memiliki 2 struktur dan 2 kata kerja utama dalam kalimatnya

Ada berapa jenis kalimat kompleks yang dibagi?

Ada 2 jenis yaitu kalimat kompleks parataktik dan kalimat kompleks hipotaktik

Mengapa kalimat sederhana hanya mempunyai 1 struktur utama dan kata kerja?

Sebab dalam kalimat tersebut terdapat suatu kejadian, kejadian atau tindakan yang terjadi.

Demikian pembahasan artikel kali ini, semoga bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru bagi pembaca.

Baca juga artikel lainnya:



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *