Komunikasi Interpersonal – Klasifikasi, Tujuan, Karakteristik, Pakar
9 mins read

Komunikasi Interpersonal – Klasifikasi, Tujuan, Karakteristik, Pakar


Pengertian Komunikasi Interpersonal – Klasifikasi, Tujuan, Efektivitas, Ciri-ciri, Permasalahan, Pakarnya : Singkatnya, komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara dua orang atau lebih yang bersifat timbal balik.


Pengertian Komunikasi Interpersonal

Kamus Psikologi (Rakhmat, 2001) mengartikan komunikasi sebagai transmisi energi, gelombang suara dan tanda antar tempat sebagai proses penyampaian pesan berupa simbol-simbol yang bermakna sebagai gabungan pikiran dan perasaan berupa ide, informasi, keyakinan,


harapan, imbauan, dan lain-lain, yang disampaikan seseorang kepada orang lain, baik secara langsung secara tatap muka maupun tidak langsung melalui media dengan tujuan untuk mengubah sikap, pandangan, atau perilaku. Kata komunikasi sendiri berasal dari bahasa Latin “communicatio” yang berarti “perkumpulan”, “persatuan”, “partisipasi”, dan “kerjasama”. Kata komunikasi berasal dari istilah “communis” yang berarti “sama makna”.


Baca juga artikel yang mungkin terkait : Pengertian dan Jenis Sistem Operasi terlengkap


Singkatnya, komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara dua orang atau lebih yang bersifat timbal balik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994), yang dimaksud dengan komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.


Dalam proses komunikasi dapat terjadi komunikasi dua arah. Komunikasi dua arah merupakan proses komunikasi antara komunikan dengan komunikator yang bergantian memberikan informasi. Komunikan sendiri merupakan penerima pesan dalam komunikasi. Sedangkan komunikator adalah seseorang atau sekelompok orang yang menyampaikan pesan dalam berkomunikasi.


Dilihat dari jenis interaksi dalam komunikasi, komunikasi dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu

  1. komunikasi interpersonal,
  2. komunikasi kelompok kecil dan
  3. komunikasi publik.

Berikut pendapat beberapa ahli.


Baca juga artikel yang mungkin terkait: Perbedaan Metode Pemrosesan Batch, Online, Real time


  • Muhammad

    Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi antara satu orang dengan orang lain, atau biasanya antara dua orang, yang dapat langsung diketahui balasannya.


  • Komunikasi interpersonal merupakan penyampaian pesan oleh seseorang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampak dan peluang untuk memberikan umpan balik secara langsung (Effendy, 2003, p. 30).


  • Mulyana

    Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi antar manusia secara tatap muka, yang memungkinkan setiap partisipan dapat melihat reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun nonverbal. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara dua orang saja, misalnya suami dan istri.


  • Effendi

    Pada hakikatnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara komunikator dan komunikan, komunikasi ini dianggap paling efektif dalam mengubah pola pikir, sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis dalam bentuk percakapan.


Klasifikasi Komunikasi Interpersonal

dikutip oleh Muhammad (2004, p. 159-160) mengembangkan klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim, percakapan sosial, interogasi atau pemeriksaan dan wawancara.


  1. Interaksi intim

    termasuk komunikasi antar teman baik, anggota keluarga, serta orang-orang yang sudah memiliki ikatan emosional yang kuat.


  2. Percakapan sosial

    adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sederhana. Jenis komunikasi tatap muka ini penting untuk pengembangan hubungan informal dalam organisasi.


  3. Interogasi atau pemeriksaan

    merupakan interaksi antara seseorang yang memegang kendali, yang meminta atau bahkan menuntut informasi dari orang lain.


  4. Wawancara

    adalah suatu bentuk komunikasi antarpribadi yang melibatkan dua orang dalam suatu percakapan yang berbentuk tanya jawab.


Tujuan Komunikasi Interpersonal

Ditampilkan 6 tujuan antara lain (Muhammad, 2004, p. 165-168):


Baca juga artikel yang mungkin terkait: Pengertian Sinkronisasi Sistem Operasi Secara Lengkap

  1. Menemukan Diri Sendiri.

    Salah satu tujuan komunikasi antarpribadi adalah untuk menemukan pribadi atau individu. Ketika kita terlibat dalam pertemuan interpersonal dengan orang lain, kita belajar banyak tentang diri kita sendiri dan orang lain. Komunikasi interpersonal juga memberi kita kesempatan untuk berbicara tentang apa yang kita sukai, atau tentang diri kita sendiri. Dengan membicarakan diri kita kepada orang lain, kita memberikan sumber umpan balik yang luar biasa mengenai perasaan, pikiran, dan perilaku kita.


  2. Menemukan Dunia Luar.

    Hanya komunikasi interpersonal yang bisa membuat kita lebih memahami tentang diri kita sendiri dan juga orang lain yang berkomunikasi dengan kita.


  3. Membentuk Dan Memelihara Hubungan yang Bermakna.

    Salah satu keinginan terbesar manusia adalah membentuk dan memelihara hubungan dengan orang lain.

  4. Mengubah Sikap dan Perilaku

    Kita dapat menghabiskan banyak waktu untuk mengubah sikap dan perilaku orang lain dengan pertemuan antarpribadi


  5. Untuk Bermain Dan Bersenang-senang

    Bermain mencakup segala kegiatan yang mempunyai tujuan utama mencari kesenangan. Berbincang dengan teman tentang aktivitas kita di akhir pekan, berdiskusi tentang olah raga, bercerita, dan cerita lucu biasanya merupakan percakapan yang bagus untuk mengisi waktu.


  6. Untuk membantu

    Psikolog, psikolog klinis, dan terapis menggunakan komunikasi interpersonal dalam aktivitas profesionalnya untuk mengarahkan kliennya. Kita semua juga dapat membantu orang lain dalam interaksi interpersonal kita sehari-hari. Misalnya kita bisa menyematkan pin pada teman yang sedang putus cinta.


Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal dimulai dari lima kualitas umum (Devito, 1997, p.259-264) yang diperhatikan, yaitu

  1. keterbukaan (keterbukaan),
  2. empati (empati),
  3. sikap mendukung (supportiveness),
  4. sikap positif (positif), dan
  5. persamaan.

    Baca juga artikel yang mungkin berkaitan : Pengertian Volatile dan Non Volatile Memory terlengkap


1. Keterbukaan

Kualitas keterbukaan ini setidaknya mengacu pada tiga aspek komunikasi interpersonal.

  1. Seorang komunikator interpersonal yang efektif harus mampu bersikap terbuka terhadap orang yang berinteraksi dengannya. Bukan berarti masyarakat harus membeberkan seluruh riwayat hidupnya.
  2. Aspek keterbukaan ini mengacu pada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur ​​terhadap rangsangan yang masuk.

  3. Aspek ketiga menyangkut “kepemilikan” perasaan dan pikiran (Bochner dan Kelly, 1974). Bersikap terbuka berarti mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang Anda ungkapkan adalah milik Anda dan Anda bertanggung jawab atas hal tersebut.

2. Empati (empati)

Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati sebagai “kemampuan seseorang untuk ‘mengetahui’ apa yang dialami orang lain pada saat tertentu.” Empati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang mengalaminya, berada dalam perahu yang sama dan merasakan perasaan yang sama dengan cara yang sama. Sama.


3. Sikap suportif

Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan yang terdapat sikap mendukung. Sebuah konsep yang rumusannya berdasarkan karya Jack Gibb. Komunikasi yang terbuka dan empati tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. Kita bisa menunjukkan dukungan dengan akting.


  • deskriptif, bukan evaluatif,
  • spontan, tidak strategis,
  • sementara, tidak terlalu yakin.

4. Sikap positif (positif)

Sikap positif dalam komunikasi interpersonal dapat kita komunikasikan dengan dua cara:

  1. Mengekspresikan sikap positif dapat mendorong orang-orang yang menjadi teman kita untuk berinteraksi secara positif. Sikap positif mengacu pada setidaknya dua aspek komunikasi interpersonal.
  2. Perasaan positif terhadap situasi komunikasi umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif.

    Baca juga artikel yang mungkin berkaitan : Pengertian dan Pengertian Jaringan Terlengkap


5. Kesetaraan

Tidak pernah ada dua orang yang benar-benar setara dalam segala hal. Meskipun ada kesenjangan, komunikasi antarpribadi akan lebih efektif jika suasananya seimbang. dalam hal ini, harus ada pengakuan diam-diam bahwa kedua belah pihak sama-sama berharga dan berharga, dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk dikontribusikan.


Ciri-Ciri Komunikasi Interpersonal

Ada lima aspek yang menjadi ciri komunikasi interpersonal (Sunarto, 2003), antara lain:

  1. Komunikasi interpersonal biasanya terjadi secara spontan dan tanpa tujuan sebelumnya. Artinya komunikasi interpersonal biasanya terjadi secara kebetulan tanpa adanya rencana sehingga pembicaraan terjadi secara spontan.

  2. Komunikasi interpersonal mempunyai konsekuensi yang terencana dan tidak terencana.
  3. Komunikasi interpersonal biasanya berlangsung secara timbal balik. Salah satu ciri khas komunikasi antarpribadi adalah adanya timbal balik yang bergantian dalam diri anggota dan penerimaan informasi antara komunikator dan komunikan secara bergantian sehingga tercipta suasana dialogis.

  4. Komunikasi interpersonal biasanya dalam suasana kedekatan atau cenderung memerlukan keakraban. Untuk menciptakan suasana kedekatan atau keakraban tentunya kedua belah pihak yaitu komunikator dan komunikan harus berani membuka hati, siap menerima keterusterangan pihak lain.

  5. Komunikasi interpersonal dalam pelaksanaannya lebih menonjol pada pendekatan psikologis dibandingkan unsur sosiologisnya. Sebab, ada unsur kedekatan atau keakraban yang dibatasi pada dua atau maksimal tiga orang yang terlibat. Sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi psikologi seseorang lebih mudah terungkap dalam komunikasi tersebut.

Masalah Hubungan Interpersonal

Hasil penelitian. Permasalahan persamaan dan ketidaksamaan seringkali menjadi sorotan dalam komunikasi interpersonal, sehingga penelitian yang dilakukan seringkali menekankan pada analisis hubungan antara pihak-pihak yang berkomunikasi. Tidak semua hubungan dalam komunikasi interpersonal harus diarahkan agar menjadi intim dan dapat diambil keputusan yang rasional. Sudut pandang hasil penelitian Delia (1980) sebagaimana dikutip Stewart dan Sylvia (1991: 202-203) menunjukkan bahwa:


  1. Bentuk suatu hubungan seringkali bukan sesuatu yang diperlukan untuk kebaikan hubungan tersebut. Hubungan timbul bukan karena adanya keinginan untuk menjalin hubungan melainkan karena sesuatu yang tumbuh dalam pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan bersama, misalnya Anda diminta mengerjakan sebagian kegiatan suatu proyek.

  2. Tuntutan keadaan seringkali mengatur ekspektasi dan persepsi, membentuk ekspektasi tentang suatu hubungan dan membentuk cara pengungkapannya, misalnya Anda tertarik pada sebuah sepatu lalu Anda mempunyai harapan untuk membelinya dan menjelaskan bagaimana Anda menawar harga agar bisa jadi. lebih murah untuk Anda beli.

  3. Banyak hubungan jangka panjang yang dibatasi oleh konteks atau rentang konteks tertentu dan tidak menghasilkan peningkatan kedekatan, misalnya dua rekan kerja berhubungan baik tetapi tidak pernah berkomunikasi secara interpersonal di luar jam kerja.

  4. Meskipun tingkat kepuasan (Anda) yang diperoleh dari hubungan tersebut dan cara hubungan tersebut berkembang akan didasarkan pada penilaian implisit tentang orang (lainnya), penilaian tersebut berubah seiring dengan konteks dan sifat hubungan tersebut. Artinya, beberapa kualitas dan penilaian penting dalam satu hubungan, namun beberapa kualitas dan penilaian yang sangat berbeda penting dalam jenis hubungan lainnya.

    Baca juga artikel yang mungkin berhubungan : Pengertian Sistem Informasi

Mungkin dibawah ini yang anda cari



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *