Majas Anaforis – Pengertian, Ciri-ciri, Contoh Penjelasan, Contoh Kalimat
4 mins read

Majas Anaforis – Pengertian, Ciri-ciri, Contoh Penjelasan, Contoh Kalimat


Rumah Anafora – Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas majas lainnya, kali ini kita akan membahas majas anafora. Mendengar majas ini mungkin terasa asing ditelinga anda, bagi para pelajar sekolah jangan khawatir dengan majas ini, pada artikel kali ini kami akan menjelaskan secara detail tentang majas yang salah satunya adalah majas anafora..

Maya Anafora

Majas (gaya bahasa) sendiri merupakan bahasa indah yang digunakan untuk memperindah susunan kalimat agar menimbulkan kesan imajinatif atau efek tertentu bagi pembaca atau pendengarnya. Untuk itu mari simak penjelasannya dibawah ini

Memahami

Kata “anaphora” juga berasal dari bahasa Yunani Kuno “anaphore” yang berarti pengulangan tempat. Pengertian majas anaforis adalah jenis majas (gaya bahasa) yang ditandai dengan pengulangan kata pertama pada baris kalimat atau setelah koma dalam suatu kalimat.

Pengulangan kata dalam anafora dapat memberikan makna afirmatif. Biasanya, metafora sering ditemukan dalam puisi.

Terdapat pula pengertian majas anafora menurut para ahli

  • Menurut Keraf, “majas anaforis adalah pengulangan yang berupa pengulangan kata pertama pada setiap baris atau kalimat berikutnya”.
  • Menurut Ratna, “majas anaforis adalah kata atau kelompok kata yang diulang-ulang pada baris berikutnya”.

Contoh penjelasan

Contoh 1 :

Kata-kata merupakan cerminan hati, kata-kata merupakan curahan isi jiwa, kata-kata merupakan cerminan tingkat intelektualitas, dan kata-kata merupakan wujud dari tingkatan yang ada dalam diri seseorang.

Detailnya:

Kalimat di atas mengandung majas anaforis yang ditandai dengan kata-kata pada penggalan kata “Kata itu” yang diucapkan berkali-kali. Pengulangan kata juga dilakukan untuk mempertegas maksud dan tujuan dari apa yang ingin diungkapkan dalam kalimat.

Contoh 2:

Bagaimana lagi aku bisa memenangkan hatimu, bagaimana lagi aku bisa memahamiku, bagaimana lagi yang bisa aku lakukan agar kamu menerima cintaku?

Detailnya:

Kalimat di atas mengandung majas anaforis yang ditunjukkan dengan pengulangan kata pada kalimat “Bagaimana lagi”. Pengulangan ini dimaksudkan untuk mempertegas maksud dan tujuan kalimat.

Contoh 3:

Meski darah mengucur deras, meski keringat membanjiri tanah, meski raga ini tak lagi hidup, aku akan tetap menjaga dan menyayangimu.

Detailnya:

Kalimat di atas mengandung majas anaforis yang ditunjukkan dengan pengulangan kata “walaupun” yang diikuti dengan penggalan kalimat yang berbeda. Pengulangan kata bertujuan untuk menimbulkan kesan dan memperkuat maksud, makna atau maksud suatu kalimat.

Contoh kalimat

  1. Cintamu tidak akan pernah hilang, cintamu tidak akan pernah tergantikan, sungguh adil cintamu itu yang ada di hatiku.
  2. Meskipun hujan badai, meskipun gempa bumi yang dahsyat, meskipun dunia akan segera berakhir, aku akan tetap menunggumu di sini.
  3. Wajahmu selalu membayangi duniaku, wajahmu selalu berkeliaran di pikiranku, wajahmu itulah yang selalu ingin kulihat.
  4. Sejak kamu pergi, aku sendirian sejak kehilanganmu aku sengsara, sejak itulah sebabnya hidupku terasa hampa.
  5. Tahukah kamu? bahwa kamulah yang aku cintai, tahukah kamu? bahwa cintaku begitu tulus, tahukah kamu? bahwa aku akan mati untukmu?
  6. Kekosongan di hatiku karena kamu, kekosongan dalam diriku karena cintamu, kekosongan ini benar-benar membunuhku.
  7. cinta ibu sepanjang waktu, sayang ibu sampai akhir hayatnya, sayang ibu tidak ada akhir
  8. Kilau properti tidak ada yang bisa menggoyahkan imanku, kilau kekayaan tidak akan meninggalkan prinsipku, kilau properti hanyalah manusia biasa.
  9. Pendidikan adalah jalan menuju kesuksesan, pendidikan adalah cara untuk meningkatkan keimanan, pendidikan apakah semua orang benar.
  10. Jadilah baik untuk dihargai, jadilah baik untuk dihormati, jadilah baik untuk dicintai oleh Tuhan.
  11. Berikan sedekah itu akan membuatmu kaya, bersedekah itu adalah salah satu obat hati yang paling efektif, bersedekah itu adalah penolong sesama manusia.
  12. Berdoa agar hidup menjadi lebih tenang, berdoa agar keinginanmu bisa terkabul, berdoa karena itu merupakan wujud cinta kepada Tuhan.
  13. Dimana kamu akan pergi, Dimana kamu akan membawanya, Dimana aku akan mencarimu.
  14. Meskipun sudah lelah mencari, meskipun sudah sulit untuk terus memberi, meskipun telah tidak diberikan, carilah terus dimana hati nuranimu berada.
  15. Di belakang kata-kata mempunyai arti, di belakang makna menyimpan suatu tujuan, di belakang niatnya disimpan sebagai keinginan.

Sekian pembahasan artikel kali ini, semoga bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru bagi pembaca.

Baca juga artikel terkait lainnya:



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *