Nilai-Nilai Instrumental Pancasila – Pengertian, Manifestasi, Contoh Setiap Sila
6 mins read

Nilai-Nilai Instrumental Pancasila – Pengertian, Manifestasi, Contoh Setiap Sila


Nilai-Nilai Instrumental Pancasila – Dalam setiap bentuk negara yang menganut ideologi terbuka, akan selalu terdapat cita-cita dan nilai-nilai fundamental yang bersifat permanen dan tidak berubah.

Nilai-Nilai Instrumental Pancasila

Dengan demikian tidak bersifat operasional secara langsung, berdasarkan keadaan tersebut maka salah satu nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai instrumental yang berkaitan dengan aturan hak asasi manusia dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Memahami Nilai Instrumental

Nilai-Nilai Instrumental Pancasila merupakan rangkaian penjabaran yang lebih kreatif dan dinamis, dilakukan terhadap berbagai nilai dasar Pancasila yang dapat disesuaikan dengan perkembangan masa kini dan aspirasi masyarakat yang didalamnya.

Nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam instrumen ini juga dapat menunjukkan bahwa pengamalan Pancasila yang sebenarnya dapat dijelaskan sesuai dengan UUD 1945, Ketetapan MPR, dan peraturan perundang-undangan lainnya. Seperti undang-undang yang mengatur peraturan dalam sistem pemerintahan.

Perwujudan Nilai Instrumental

Perwujudan nilai instrumental tersebut dapat dilakukan dalam berbagai aspek yang selalu dapat diubah atau direformasi, disesuaikan dengan kondisi zaman dan iklim tatanan yang selalu berkembang.

Perwujudan nilai instrumental dibagi menjadi:

  • Hukum
    Adanya undang-undang yang memuat pasal-pasal mengenai ketertiban kehidupan masyarakat yang secara jelas menjelaskan pentingnya nilai-nilai instrumental terhadap Pancasila, bahkan demi proses penyelesaian aturan tersebut dapat dilakukan perubahan, seperti perubahan terhadap Undang-undang. UUD 1945.
  • Peraturan Pemerintah
    Penjabaran lebih lanjut Nilai-Nilai Instrumental Pancasila dapat dilakukan dengan mengembangkan peraturan pemerintah. Kondisi tersebut merupakan salah satu bukti otentik keterbukaan Pancasila yang diambil dengan alasan urgensi guna menghindari konflik masyarakat. Seperti mengenai peraturan tersebut, misalnya Ketetapan Presiden, MPR, dan lain-lain.

Contoh Nilai Instrumental

Aplikasi yang berkaitan dengan nilai-nilai instrumental dalam Pancasila antara lain sebagai berikut:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Perwujudan nilai instrumental tersebut dapat dilihat dalam Undang-Undang khususnya pada Pasal 29 yang menegaskan bahwa Indonesia adalah negara beragama, yang memberikan kebebasan kepada setiap warga negaranya untuk menganut keabsahan agama yang dikehendakinya.

Hingga saat ini terdapat 6 jenis agama yang diakui di Indonesia yaitu: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Selain itu, berikut juga nilai-nilai instrumental dalam Sila ke-1:

  • Pasal 28E Ayat 1 “Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah berdasarkan agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negaranya atau meninggalkannya, dan berhak untuk kembali lagi.”
  • Pasal 28E Ayat 2 “Setiap orang bebas meyakini keyakinannya, mengutarakan pikiran dan sikapnya sesuai dengan hati nuraninya.”

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Perbuatan yang dapat dikatakan sebagai bagian dari nilai instrumental Pancasila khususnya pada Sila ke-2 Pancasila adalah dengan adanya Pasal 28 yang memberikan kebebasan kepada masyarakat mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) yang telah diberikan.

Bentuk ini menciptakan keadilan dengan kedudukan manusia dalam porsi yang sangat tinggi.

Selain itu, berikut juga nilai-nilai instrumental dalam Sila ke-2:

Pasal 14
Presiden dapat memberikan pengampunan sanksi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung.

Presiden juga memberikan amnesti dan pembatalan dengan memperhatikan pertimbangan DPR.

Pasal 28A
Seseorang mempunyai hak untuk hidup dan mempertahankan hidup dan kehidupannya.

Pasal 28B
Setiap orang berhak membentuk keluarga dan meneruskan keturunannya melalui perkawinan yang sah menurut agama.

Setiap anak berhak untuk bertahan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan atau diskriminasi.

3. Persatuan Indonesia

Lebih lanjut, perwujudan nilai-nilai instrumental lainnya dalam sila ke-3 Pancasila dapat dilihat pada Pasal 32, 35, dan 36. Kesemuanya sepenuhnya memberikan jati diri bangsa Indonesia, seperti: bahasa, bendera, ideologi, dan lain-lain.

Berikut artikel-artikel yang mengandung nilai instrumental dari sila ini:

Pasal 25A : Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai ciri kepulauan yang wilayahnya beserta batas-batas dan hak-haknya ditentukan berdasarkan undang-undang yang disepakati.

Pasal 35: Bendera Nasional Indonesia adalah Merah Putih.

Pasal 36: Bahasa negaranya adalah bahasa Indonesia.

Pasal 36A: Lambang Negaranya adalah Garuda Pancasila dan semboyannya adalah Bhinneka Tunggal Ika.

Pasal 36B: Lagu Kebangsaan adalah Indonesia Raya.

4. Demokrasi yang Dipimpin oleh Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Representasi.

Contoh lain yang dapat disebut sebagai perwujudan sila ke-4 Pancasila yang terkait dengan nilai instrumental tersebut, seperti terdapat pada Pasal 1 Ayat 2 yang menjelaskan bahwa kekuasaan tertinggi di Indonesia ada di tangan rakyat.

Karena landasan tindakan inilah maka rakyat mempunyai derajat yang sangat tinggi dalam penyelenggaraan sistem demokrasi Indonesia.

Segala kebijakan yang disampaikan kepada dewan negara harus mendapat persetujuan rakyat melalui wakil-wakilnya di masing-masing daerah.

Mulai dari tugas Presiden, tugas MPR, hingga pemberian hak DPR dimana ketiga lembaga ini bisa saling memberikan pengawasan.

Berikut nilai-nilai instrumental Pancasila yang tersirat dalam sila tersebut:

Pasal 2

  1. Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri dari para anggota Dewan Perwakilan Rakyat, serta berbagai utusan dari masing-masing daerah dan golongannya, berdasarkan aturan yang ditetapkan dengan undang-undang.
  2. Majelis Permusyawaratan Rakyat bersidang setidaknya lima tahun sekali di ibu kota negara ini.
  3. Segala keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat diambil berdasarkan suara terbanyak

Pasal 3
Majelis Permusyawaratan Rakyat menetapkan Konstitusi dan menguraikan kebijakan Negara.

Pasal 6 ayat 2
Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat dengan suara terbanyak.

Pasal 19

  1. Anggota DPR dipilih melalui pemilihan umum.
  2. Susunan anggota Dewan Perwakilan Rakyat diatur dengan undang-undang.
  3. Dewan Perwakilan Rakyat bertemu setidaknya setahun sekali.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Perwujudan nilai instrumental Pancasila selanjutnya terdapat pada Sila ke-5. Yang secara utuh mengandung makna sikap berkeadilan yang harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat, mulai dari lapisan bawah hingga lapisan atas, khususnya pemerintah dalam melaksanakan kebijakan pembangunan.

Contoh nyata dari prinsip ini secara lengkap terdapat pada Pasal 33 yang memberikan penegasan bahwa seluruh sumber daya alam yang ada di Indonesia adalah untuk kesejahteraan rakyatnya. Berdasarkan dorongan tersebut, setidaknya PT Freeport yang berada di Papua pada Era Kepemimpinan Jokowi memiliki izin untuk mengakses setidaknya 51% sahamnya. yang akan menjadi milik Indonesia.

Tujuan dari kebijakan ini adalah menjadikan rakyat sebagai penguasa negara yang memberikan aliran persatuan antara satu sama lain.

Berikut artikel terkait nilai instrumental dalam prinsip ini:

Pasal 33 Ayat 3
Tanah dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya telah dikuasai oleh negara, dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyatnya.

Pasal 34
Masyarakat miskin dan anak di bawah umur yang terlantar harus diperhatikan oleh negara.

Apa yang dimaksud dengan nilai instrumental?

Nilai Instrumental merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar yang lebih kreatif dan dinamis dalam bentuk UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Apa manfaat memiliki nilai instrumental Pancasila?

Keberadaan nilai instrumental tersebut harus diwujudkan secara tertulis dalam ketentuan peraturan perundang-undangan terkait.

Pada nilai instrumental terdapat hubungan hak dan kewajiban, mohon dijelaskan secara singkat apa maksudnya!

1. Hubungan yang bersifat vertikal yaitu hubungan antara manusia dengan Tuhan
2. Hubungan horizontal adalah hubungan antarmanusia
3. Hubungan alam adalah hubungan manusia dengan alam

Sekian pembahasan artikel kali ini, semoga bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru bagi pembaca.

Baca juga artikel lainnya:



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *