Pengertian, Ciri-ciri, Warisan, Cara Hidup
7 mins read

Pengertian, Ciri-ciri, Warisan, Cara Hidup


Waktu Neolitik – Disebut juga Zaman Batu Muda, merupakan zaman prasejarah atau tingkatan kebudayaan yang mempunyai ciri-ciri berupa kebudayaan, seperti perkakas batu tajam, pertanian tetap, peternakan, dan tembikar.

Memahami Zaman Neolitikum

Neolitikum atau Zaman Batu Muda merupakan suatu tahapan prasejarah atau tahapan kebudayaan yang mempunyai ciri-ciri dalam bentuk kebudayaan seperti perkakas batu tajam, pertanian tetap, peternakan, dan produksi keramik.

Pada masa ini, Homo Sapiens hidup sebagai pengikut kebudayaan Zaman Batu Muda. Mereka mulai mengenal pertanian dan peternakan sebagai suatu proses produksi atau produksi pangan. Kehidupan masyarakat yang bersifat gotong royong sudah mulai berkembang.

Ciri-ciri Neolitikum

Pada zaman batu muda, kehidupan manusia purba berangsur-angsur stabil, kehidupan tidak lagi berpindah-pindah, masyarakat zaman sekarang sudah mulai menyadari cara menanam gandum, walaupun masih sangat sederhana.

Selain itu, aktivitas berburu masih terus berlangsung. Manusia purba pertama sudah mampu menghasilkan bahan makanannya sendiri atau makanan yang biasa disebut dengan produk makanan.

Perkakas yang digunakan pada zaman Neolitik diasah hingga halus. Ada juga perangkat yang terlihat sangat bagus.

Alat yang disempurnakan pada masa itu adalah kapak lonjong dan kapak persegi. Di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, beberapa anak panah dan tombak dibuat untuk berburu dan keperluan lainnya.

Perkembangan penting pada awal zaman batu ini adalah ditemukannya banyak sumbu berbentuk oval dan persegi dengan berbagai bidang penemuan.

Kapak persegi banyak ditemukan di Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Nusa Tenggara.

Kapak berbentuk oval banyak ditemukan di Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Halmahera, Maluku dan Papua.

Perbedaan cakupan kapak lonjong dan persegi diduga disebabkan karena penyebaran kapak tersebut bersamaan dengan berkembangnya bangsa Austronesia sebagai nenek moyang bangsa Indonesia yang datang sekitar tahun 2000 SM.

Peninggalan Budaya Neolitikum

Pada zaman batu muda terdapat sisa-sisa berupa benda atau bangunan yang terbuat dari batu-batu besar atau megalit, yang diyakini telah berkembang dari zaman batu muda menuju zaman logam.

Peninggalan Zaman Batu Awal antara lain :

1. Dolmen

dolmen

Dolmen atau meja batu berfungsi sebagai tempat pengorbanan dan pemujaan leluhur, serta berfungsi sebagai langit-langit Sarkofagus.

Peninggalan ini juga terdapat di daerah Besuki, Jawa Timur dan dikenal dengan nama Pandhusa.

2. Kuburan Batu

kuburan batukuburan batu

Peti mati sebagai tempat penyimpanan jenazah yang terbuat dari batu. Daerah yang ditemukan kuburan batunya adalah Bali, Pasemah di Sumatera Selatan, Wonosari di Yogyakarta, Cepu di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat.

3. Sarkofagus

sarkofagussarkofagus

Sarkofagus juga merupakan peti mati tempat menyimpan mayat. Hanya bentuk sarkofagus seperti palung atau lesung yang terbuat dari batu utuh yang ditutupi.

Sarkofagus umumnya banyak ditemukan di daerah Bali dan Bondowoso, Jawa Timur.

4. Punden Berundak

punden teraseringpunden terasering

Punden terasering atau punden teras merupakan bangunan bertingkat yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh leluhur. Dalam perkembangannya, punden berundak di Indonesia disebut juga dengan bentuk candi asli.

Gundukan terbalik banyak ditemukan di daerah Lebak Sibedug di Banten Selatan, Leles di Garut, dan Kuningan di Jawa Barat.

5. Menhir

menhirmenhir

Menhir adalah sebuah batu besar tunggal berbentuk tiang atau tugu yang berfungsi sebagai peringatan arwah leluhur.

Menhir tersebar di daerah Pasemah di Sumatera Selatan, Ngada di Flores, Rembang di Jawa Tengah, dan Lahat di Sumatera Selatan.

Lengkapi kegiatan belajarmu dengan mengunjungi sisi Mesozoikum dengan teknik diskusi menarik!

6. Patung atau Arca

patungpatung

Patung atau arca adalah batu berbentuk binatang atau manusia yang melambangkan nenek moyang dan dijadikan berhala.

Patung-patung ini dapat ditemukan di daerah Pasemah, Sumatera Selatan, dan di lembah Bada Lahat, Sulawesi Selatan.

7. Waruga

Waruga adalah kuburan batu berbentuk persegi atau bulat yang terbuat dari batu-batu besar. Waruga tersebar di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

Cara hidup

Cara hidup pada zaman neolitikum membawa perubahan besar, karena pada masa itu masyarakat mulai hidup berkelompok kemudian menetap di perkampungan dan hidup bersama.

Artinya membentuk masyarakat yang memerlukan segala aturan kerjasama. Pembagian kerja memungkinkan berkembangnya berbagai spesies dan cara hidup dalam kerja sama.

Dapat dikatakan bahwa pada Zaman Neolitikum, landasan pertama kehidupan manusia ada seperti yang kita miliki sekarang.

Sekitar 2000 tahun sebelum Masehi, ditambahkan bangsa-bangsa baru yang mempunyai kebudayaan lebih maju dan derajat lebih tinggi. Mereka dikenal sebagai bangsa Indonesia Kuno.

Alat yang digunakan

Peralatan batu yang dipoles dari era Neolitikum.

1. Pahat Persegi Panjang

Daerah asal usul kebudayaan ukir panjang ini meliputi Tiongkok tengah dan selatan, wilayah Hindia dan wilayah Gangga India yaitu sebagian besar Indonesia, Filipina, Formosa, Kepulauan Kuril dan Jepang.

2. Kapak Persegi

Asal muasal penyebaran kapak adalah migrasi masyarakat Asia ke Indonesia. Nama kapak persegi diberikan oleh Van Heine Heroes karena penampangnya yang berbentuk persegi panjang atau trapesium.

Papan kapak persegi tersedia dalam berbagai ukuran, ada yang besar dan ada yang kecil.

Ukurannya yang besar biasa disebut dengan beliung dan berfungsi seperti cangkul.

Sedangkan yang berukuran kecil disebut tarah atau tatah dan fungsinya sebagai pahat atau alat pertukangan, seperti biasanya pahat.

Bahan pembuatan kapak ini terdiri dari batu biasa dan batu api atau kalsedon.

Kemungkinan besar kapak kalsedon hanya digunakan sebagai alat upacara keagamaan, jimat atau tanda kebesaran. Kapak ini banyak ditemukan di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan.

3. Kapak Oval

Kebanyakan kapak berbentuk oval terbuat dari batu dan berwarna kehitaman. Bentuk keseluruhan kapak ini lonjong dengan ujung runcing untuk memposisikan batang, sedangkan ujung lainnya diasah hingga tajam. Oleh karena itu, keseluruhan bentuk permukaan kapak lonjong telah diperhalus.

Sumbu oval yang besar umumnya disebut sumbu walzeinber, dan sumbu kecil disebut kleinbell, sedangkan sumbu oval berfungsi seperti sumbu persegi.

Daerah yang ditemukannya kapak ini adalah Minahasa, Gerong, Seram, Leti, Tanimbar dan Irian. Dari Irian, kapak oval menyebar ke Kepulauan Melanesia, sehingga para arkeolog menggunakan istilah yang berbeda untuk kapak oval dibandingkan Neolitikum Papua.

4. Kapak Bahu

Kapak jenis ini hampir sama dengan kapak sudut, hanya bagian yang menempel pada batangnya saja yang menjadi lehernya. Jadi pikirkan bentuk botol persegi.

Kawasan budaya kapak ini terbentang dari Jepang melalui Formosa hingga Filipina dan lebih jauh ke barat hingga Sungai Gangga. Anehnya, perbatasan selatan adalah bagian tengah Malaysia bagian barat.

Dengan kata lain, kapak bahu tidak ditemukan di selatan perbatasan ini, sehingga masyarakat Neolitikum Indonesia tidak mengenalinya, meskipun ada juga yang ditemukan, khususnya di Minahasa.

5. Perhiasan

Perhiasan jenis ini banyak ditemukan di daerah Jawa, khususnya gelang dari batu-batu indah dalam jumlah banyak, walaupun banyak pula yang belum jadi.

Bahan utama benda ini dibor dengan cungkil kayu dan sebagai alat pengikis (scraper) dengan pasir.

Selain gelang, perhiasan lain seperti kalung juga terbuat dari batu-batu indah. Untuk kalung ini juga digunakan batu atau batu akik.

6. Pakaian yang terbuat dari kulit kayu

Saat itu, mereka bisa membuat pakaian dari kulit kayu sederhana yang dihaluskan.

Tugas membuat pakaian tersebut jatuh pada perempuan. Pekerjaan ini disertai dengan berbagai larangan atau batasan yang harus dipatuhi.

Misalnya saja di Kalimantan dan Sulawesi Selatan serta banyak tempat lain yang banyak ditemukan kulit kayu. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat zaman Neolitikum sudah berpakaian.

7. Tembikar

Jejak keramik ditemukan di lapisan atas gundukan bukit di Sumatera, namun hanya ditemukan pecahan kecil saja. Meski bentuknya hanya berupa pecahan-pecahan kecil, namun dihiasi gambar-gambar. Di Melolo, Sumba, banyak terdapat bejana yang ternyata berisi tulang manusia.

Demikianlah penjelasan mengenai Zaman Neolitikum, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Baca Juga:



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *