Pengertian Protista Terlengkap – GuruPendidikan.Com
Pengertian protista terlengkap – Protista (Yunani, protos = pertama) adalah organisme eukariotik pertama atau paling sederhana. Sebagai organisme eukariotik, Protista mempunyai membran inti sel.
Studi evolusi menyatakan bahwa Protista merupakan organisme eukariotik yang paling awal (tertua). Acritarch (Yunani, akritos = membingungkan, arch = asal)
umumnya mengacu pada struktur organik yang belum diperhitungkan untuk klasifikasi. Fosil acritarch tertua diperkirakan merupakan fosil Protista yang hidup pada zaman Prakambrium, berumur sekitar 2,1 miliar tahun. Fosil tersebut mengandung kulit kista (kulit pelindung) yang mirip dengan kulit kista yang terbentuk pada Protista saat ini.
Berdasarkan persamaan cirinya dengan organisme lain dan cara memperoleh makanan sebagai sumber energi, Protista dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu Protista mirip hewan.
Ciri-ciri protista:
- Eukariotik.
- Uniseluler dan beberapa multiseluler (tetapi selnya belum terspesialisasi).
- Mirip dengan tumbuhan, hewan, jamur.
- Heterotrof dan autotrof.
- Habitat : umumnya di air (mengambang, menempel di dasar laut, sungai) dan darat.
- Reproduksi aseksual (pembelahan, tunas) dan seksual (konjugasi).
Kingdom Protista terbagi menjadi beberapa filum:
- Mastigophora/Flagellata (berambut cambuk).
- Sarcodina/Rhizopoda (berkaki semu).
- Ciliata (dengan rambut bergetar).
- Sporozoa (spora).
- Euglenophyta.
- Chrysophyta (ganggang emas).
- Pyrrophyta (alga api).
- Klorofita (alga hijau).
- Phaeophyta (alga coklat).
- Rhodophyta (alga merah).
- Cetakan lumpur.
- Jamur air (Oomycota).
Berdasarkan cara memperoleh makanannya, Protista dibagi menjadi 3:
Protista autotrofik : memiliki klorofil yang mampu membuat makanannya sendiri.
Protista heterotrofik : menelan makanan melalui membran sel/mulut sel (fagositosis).
Protista yang mencerna makanan di luar sel (ekstraseluler) dan menyerap hasilnya berupa sari makanan.
Protozoa: Protista menyerupai binatang. Fitur:
Mendapatkan makanan dari mangsanya (heterotrof).
Kosmopolitan (organisme yang dapat hidup dan berkembang di banyak tempat)
Uniseluler (bersel tunggal).
Reproduksi: pembelahan dan konjugasi.
Klasifikasi Protozoa berdasarkan geraknya:
Flagellata: Protozoa yang bergerak menggunakan flagela (cambuk). Contoh: Tripanosoma.
Rhizopoda : Protozoa yang bergerak dengan menggunakan kaki semu (pseudolegs). Contoh: Amoeba.
Ciliates: Protozoa yang bergerak menggunakan silia (rambut bergetar). Contoh: Paramecium.
Sporozoa : tidak mempunyai alat gerak, berkembang biak dengan spora (alat reproduksi yang dapat tumbuh menjadi individu baru).
Mastigophora/Flagellatea: bergerak dengan flagela, Protozoa paling primitif.
Ciri khasnya:
- Bergerak dengan Flagel.
- Bentuk: tetap (oval, bulat).
- Memiliki bintik mata (membedakan terang dan gelap).
- Hidup: di perairan dan di tubuh manusia dan hewan.
- Autotrofik dan heterotrofik, parasit.
Struktur tubuh:
- Memiliki flagel untuk bergerak dan menangkap makanan.
- Beberapa memiliki klorofil untuk fotosintesis dan bersifat heterotrof.
- Bagian dalam: inti, vakuola makanan dan kontraktil, bintik mata, pirenoid, klorofil, reservoir.
- Flagellata parasit: Trypanosoma dan Trichomonas.
Ciri Ciri Rhizopoda :
- Bergerak dengan pseudopoda (kaki semu) dari sol ke gel (cairan sel konsentrasi tinggi-rendah).
- Tidak mempunyai bentuk yang tetap (polimorf).
- Hidup di darat dan di perairan.
- Respirasi secara difusi.
- Heterotrof Fagotrof (memakan organisme lain untuk memperoleh energi).
- Reproduksi: aseksual dengan membelah dan bertunas, seksual dengan konjugasi.
- Dapat membentuk kista.
- Tubuh terdiri dari plasma, vakuola kontraktil, vakuola makanan, inti sel.
Struktur tubuh Rhizopoda:
Membran sel (melindungi inti sel, keluar masuknya zat makanan dan zat ekskresi, pertukaran gas, alat gerak yaitu dengan membentuk pseudopoda, menangkap rangsangan kimia dari luar tubuh).
Ektoplasma: disebut gel.
Endoplasma (lebih encer dari ektoplasma): disebut sol.
Organel sel (inti, vakuola makanan: untuk mencerna makanan, vakuola kontraktil: bola bergerak yang menangkap dan mendistribusikan makanan).
Cara memindahkan, menangkap dan mencerna makanan.
www.gurupendidikan.com/ Pada permukaan sel Amoeba terbentuk pseudopoda yang menonjol karena adanya tekanan endoplasma. Jika ada makanan, Amoeba akan merentangkan pseudopodanya dan bergerak ke arah tersebut. Pseudopoda kemudian mengelilingi makanan dan dimasukkan ke dalam tubuhnya melalui permukaan membran plasma. Permukaan membran plasma yang mengelilingi makanan bersatu membentuk rongga makanan yang disebut vakuola makanan. Vakuola makanan bersirkulasi di sitoplasma, mencerna makanan yang terkandung di dalamnya. Sari makanan dimasukkan ke dalam sitoplasma, sisa makanan berupa padatan yang tertinggal di dalam vakuola yang kemudian mengempis dan ‘pecah’ hingga mengeluarkan sisa makanan.
Amoeba mengeluarkan sisa makanan berupa cairan dengan vakuola yang berdenyut (vakuola kontraktil), yaitu vakuola yang terus mengembang dan berkontraksi untuk memompa sisa makanan berupa cairan keluar sel melalui membran sel.
Reproduksi Amuba.
Amoeba berkembang biak dengan cara pembelahan biner (pembelahan yang tidak melalui tahapan mitosis). Awalnya, inti sel Amoeba membelah menjadi dua, dilanjutkan dengan pembelahan sitoplasma. Di antara dua inti yang terbentuk, membran plasma membengkok ke dalam sehingga menjadi genting, kemudian putus. Amuba kemudian terpisah menjadi dua sel anak.
Dalam kondisi yang tidak menguntungkan, misalnya jika makanan dan air habis, Amoeba dapat beradaptasi untuk bertahan hidup dengan membentuk kista. Awalnya tubuh Amoeba tidak aktif, bentuknya menjadi bulat, membran plasma menebal untuk melindungi diri dari kondisi luar yang merugikan. Dalam bentuk ini Amoeba tidak bergerak dan tidak menangkap mangsa. Bentuk ini disebut kista.
Peran Rhizopoda:
- Sebagai penyusun penting zooplankton dalam ekosistem.
- Sebagai pengurai.
- Sebagai indikator adanya minyak bumi (Foraminifera).
- Sebagai bentuk kerikil untuk industri keramik, bahan peledak (Radiolaria) menyebabkan penyakit lambung dan gangguan mulut.
- Ciliates : bergerak dengan silia (bulu getar), jika silia bergetar maka sel dapat meluncur di atas air.
Ciri ciri:
- Bergerak dengan bulu yang bergetar.
- Bentuknya tetap: lonjong, bulat, terompet/lonceng.
- Hidup di perairan, bersifat heterotrofagotrofik.
- Reproduksi dengan: konjugasi dan pembelahan biner.
- Tubuh terdiri dari inti mikro, inti makro, v makanan, v kontraktil, silia, reservoir/kerongkongan (tempat masuknya makanan).
Struktur tubuh terdiri dari:
- 2 inti: inti makro (koordinasi sel) dan inti mikro (reproduksi: pembelahan).
- 2 vakuola: v. makanan dan v. kontraktil.
- Ektoplasma dilengkapi dengan rambut-rambut yang bergetar.
- Endoplasma.
Ciliata ada yang hidup bebas, ada pula yang hidup secara parasit. Contoh yang hidup bebas: Paramecium caudatum; parasit: Nyctoterus ovalis (pada usus kecoa, bentuk tubuh lonjong, mirip Paramecium). Paramecium caudatum disebut hewan sandal karena bentuk selnya menyerupai telapak kaki.
Reproduksi Paramecium.
Reproduksi aseksual: pembelahan biner (2n). Dimulai dengan pembelahan mikronukleus, dilanjutkan dengan pembelahan makronukleus, membran plasma hancur, terbentuk 2 sel anak.
Reproduksi seksual: konjugasi. 2 sel saling mendekat, saling menempel di mulut sel, membentuk saluran konjugasi, bertukar mikronuklei.
Contoh ciliata lainnya:
Stentor: hidup di sawah/air tergenang yang banyak mengandung bahan organik
Didinium: hidup di perairan yang banyak Protozoanya, memangsa Paramecium
Vorticella: tangkai berbentuk lonceng memanjang melekat pada pangkal, silia terdapat di sekitar mulut sel
Stylonichia: mirip dengan Paramaecium. Silia berada dalam kelompok yang disebut cyrus, berbentuk seperti duri. Tinggal di daerah yang banyak mengandung sampah organik.
Ciri-ciri Sporozoa:
- Tidak memiliki alat gerak.
- Berkembang biak dengan spora.
- Bentuknya bulat seperti spora.
- Semuanya merupakan parasit pada hewan dan manusia.
- Reproduksi: proliferasi.
- Siklus hidup pada dua inang.
Demikian penjelasan terlengkap mengenai pengertian protista. Semoga bermanfaat bagi pembaca Gurupendidikan.com 🙂