Pengertian Rumus FCR dan FCR (Food Conversion Ratio) + Contoh Soal
2 mins read

Pengertian Rumus FCR dan FCR (Food Conversion Ratio) + Contoh Soal


Rumusrumus.com pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Rasio Konversi Pangan atau disingkat FCR. diskusi penting karena FCR Oleh karena itu, selain sebagai materi di sekolah, juga menjadi materi dalam kehidupan sehari-hari Rumusrumus.com akan berdiskusi Rasio Konversi Pangan secara lengkap termasuk pengertian FCR

Memahami FCR

FCR (Rasio Konversi Pangan) adalah perbandingan antara bobot pakan yang telah diberikan dalam satu periode siklus dengan bobot total (biomassa) diproduksi saat pengambilan sampel.

Dalam suatu usaha budidaya ikan pada umumnya, nilai FCR dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan baik secara teknis maupun finansial. Satuan FCR adalah persen (%)

Jika dilihat dari aspek teknis budidaya ikan, nilai FCR sendiri berkaitan dengan parameter keberhasilan pengelolaan program pakan ikan yang secara langsung dan tidak langsung berkaitan dengan pengelolaan kualitas air dan mutu ikan. Secara finansial, nilai FCR akan mudah mempengaruhi tingkat keuntungan yang diperoleh dalam suatu masa budidaya karena pakan ikan merupakan penyumbang biaya terbesar dalam suatu usaha budidaya.

rumus FCR

Kepadatan Tebar x Berat Rata-rata = Jumlah Panen Total

Total Pakan: Total Jumlah Panen = Nilai FCR

Contoh Soal FCR

contoh soal FCR
contoh soal FCR

Program pemberian pakan yang mengacu pada target Rasio Konversi Pangan tanpa memperhatikan tingkat kebutuhannya, secara umum dapat mengakibatkan kondisi sebagai berikut:

  1. Keterlambatan pemberian pakan pada fase bulan pertama, padahal terindikasi ketersediaan pakan alami pada saat itu mulai habis atau berkurang. Kondisi ini dapat mempengaruhi kondisi, populasi dan tingkat keseragaman sidat yang secara tidak langsung akan mempengaruhi pemberian pakan selanjutnya.
  2. Berat pakan harian yang diberikan ditentukan oleh perkiraan populasi dan biomassa sidat yang mengacu pada target FCR yang telah ditentukan. Perubahan bobot pakan per hari cenderung perubahan konstan dan tidak berfluktuasi sesuai dengan tingkat kebutuhan
  3. Terdapat persepsi yang salah mengenai frekuensi pemberian pakan, semakin banyak frekuensi pemberian pakan maka FCR akan semakin meningkat.

Pada kondisi tersebut, frekuensi pemberian pakan harian lebih mengacu pada jumlah total pakan harian yang telah didistribusikan pada setiap frekuensi pemberian pakan dan tidak mengacu pada kemampuan mengkonsumsi pakan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menambah pakan.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa dalam menjalankan usaha budidaya khususnya pengelolaan program pakan sebaiknya tidak terjebak pada target FCR tanpa memperhatikan kondisi dan tingkat kebutuhan. Target FCR mempunyai peranan yang sangat penting sebagai pedoman program pakan. Semoga bermanfaat bagi yang sedang kuliah maupun yang ingin menjalankan bisnis yang menggunakan rumus Rasio Konversi Pangan.

Baca Juga:



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *