Pengertian Warabala – Jenis, Jenis, Biaya, Contoh, Anggota
Pengertian Waralaba – Macam, Macam, Biaya, Kelebihan, Kekurangan, Contoh, Para Ahli : Merupakan suatu perjanjian dimana salah satu pihak diberikan hak untuk menggunakan atau memanfaatkan suatu ciri suatu usaha milik pihak lain dengan membayar sejumlah biaya.
Memahami Waralaba
Dalam bahasa Inggris bisa disebut franchising dan dalam bahasa Perancis bisa disebut franchise yang artinya hak atau kebebasan yaitu hak untuk menjual suatu produk, jasa atau jasa.
Di Indonesia, waralaba adalah suatu perjanjian dimana suatu pihak diberikan hak untuk menggunakan atau memanfaatkan suatu ciri suatu usaha milik pihak lain dengan membayar sejumlah biaya kepada pihak yang memberi hak tersebut. Pada hakikatnya waralaba adalah penjualan suatu paket bisnis yang lengkap dan siap pakai yang mencakup merek dagang, material, dan manajemen.
Baca juga artikel yang mungkin terkait: 6 Pengertian Jasa Menurut Para Ahli Beserta Karakteristik dan Usaha di Bidangnya
Berikut pengertian waralaba menurut para ahli.
-
Asosiasi Waralaba Indonesia
Yang dimaksud dengan waralaba adalah suatu sistem penyaluran barang atau jasa kepada konsumen akhir, dimana pemilik merek memberikan hak kepada orang perseorangan atau perusahaan untuk menjalankan usahanya dengan nama, merek, sistem, prosedur, manajemen dan metode yang telah dimilikinya. telah ditentukan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu dan mencakup wilayah tertentu.
-
Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia No. 259/MPR/Kep/7/1997 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
Waralaba adalah suatu perjanjian dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan hak kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri-ciri usaha yang dimiliki pihak lain dengan imbalan berdasarkan syarat-syarat yang ditetapkan untuk menyediakan dan/atau menjual barang dan jasa.
-
PP RI No. 42 Tahun 2007 tentang Waralaba, (Revisi PP No. 16 Tahun 1997 dan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 259/MPR/Kep/7/1997 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penyelenggaraan Pendaftaran Usaha Waralaba)
Waralaba adalah suatu hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap suatu sistem yang mempunyai ciri-ciri usaha guna memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti hasilnya dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.
mendefinisikan waralaba sebagai suatu sistem pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, hak akses pasar oleh pemberi waralaba dengan standar operasional yang ditetapkan di bawah bantuan pemberi waralaba.
-
Reitzel, Lyden, Roberts & Severance, waralaba
diartikan sebagai suatu kontrak atas barang tidak berwujud milik seseorang (franchisor) seperti suatu merek yang diberikan kepada orang lain (franchisee) untuk menggunakan barang (merek) tersebut dalam usahanya sesuai dengan wilayah yang disepakati.
Baca juga artikel yang mungkin terkait: Teknik Negosiasi dan Lobi dalam Komunikasi Bisnis dan Contohnya
Jenis Waralaba
Waralaba dibagi menjadi dua:
-
Waralaba Luar Negeri/Luar Negeri
yaitu waralaba yang berasal dari luar negeri, waralaba jenis ini cenderung lebih populer karena sistem dan mekanismenya lebih jelas, mereknya sudah diterima di berbagai belahan dunia, dan dirasa lebih bergengsi.
Misalnya: di McDonald’s, (KFC) Kentucky Fried Chicken, Bread Talk, Starbucks, Pizza Hut, dan sebagainya.
-
Waralaba Dalam Negeri
yaitu waralaba yang berasal dari dalam negeri, waralaba jenis ini juga menjadi salah satu pilihan investasi bagi masyarakat yang ingin cepat menjadi wirausaha namun belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang alat untuk memulai dan melanjutkan usaha yang disediakan oleh pemilik waralaba.
Contoh waralaba lokal adalah: Primagama, Alfamart, Martha Tilaar, Roti Buana, Edward Forrer, Bogasari Baking Center dan lain sebagainya.
Jenis Waralaba
Dalam praktiknya, terdapat beberapa jenis waralaba, yaitu sebagai berikut:
1. Waralaba Nama Dagang
Waralaba jenis ini mendapat hak untuk berproduksi, misalnya pada PT. Great River mempunyai hak untuk memproduksi pakaian dalam Triumph di bawah lisensi dari Jerman.
2. Waralaba Distribusi Produk
Pada salah satu jenisnya, waralaba mendapatkan hak distribusi pada suatu wilayah tertentu, misalnya minuman ringan dan kosmetik.
3. Format Waralaba/Bisnis Murni
Waralaba jenis ini mendapat hak penuh mulai dari merek dagang, penjualan, perlengkapan, cara pengoperasian, strategi pemasaran, bantuan manajemen dan teknis, kendali mutu, dan lain sebagainya. Misalnya di restoran, fashion food, pendidikan, dan konsultan.
Ketika Anda memasuki dunia bisnis, Anda pasti tidak bisa menghindari keuntungan dan pasti akan mengalami kerugian.
Baca juga artikel yang mungkin terkait: Pengertian Proses Bisnis Menurut Para Ahli Beserta Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya
Biaya Waralaba
Biaya waralaba meliputi:
-
Biaya awal
mulai dari Rp. 10 juta hingga Rp. 1 miliar. Biaya-biaya tersebut meliputi biaya-biaya yang dikeluarkan oleh pemilik waralaba untuk membuat tempat usaha sesuai spesifikasi pemilik waralaba dan biaya penggunaan HKI.
-
Biaya royalti
dibayarkan oleh pemegang waralaba setiap bulan dari keuntungan operasional. Besaran royaltinya berkisar 5-15 persen dari penghasilan kotor. Biaya royalti yang sesuai adalah 10 persen. Lebih dari 10 persen biasanya merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran yang perlu dipertanggungjawabkan.
Keuntungan Menjalankan Bisnis Franchise
- Konsep usahanya jelas dan dibantu dengan pelatihan agar usaha berjalan sesuai konsep atau sesuai dengan produk utama
- .Menjalankan konsep bisnis yang sudah berjalan dan diketahui masyarakat
- Pengendalian bisnis dibantu oleh sistem
- Anda dapat berkonsultasi dengan pihak penyedia franchise mengenai kendala apa saja yang Anda hadapi di lapangan
- Perkembangan bisnis juga menjadi pertimbangan bagi penyedia waralaba
Baca juga artikel yang mungkin terkait: 101 Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli
Kekurangan Menjalankan Bisnis Franchise
- Kerugian bila salah memilih franchise karena di awal kita sudah membayar franchise fee yang cukup besar
- Keuntungan yang diperoleh beberapa penyedia waralaba didasarkan pada bagi hasil
- Beberapa penyedia franchise tidak banyak membantu dalam mengembangkan bisnisnya, mereka hanya memberikan konsep, mentransfer konsep namun mereka tidak bertanggung jawab atas suksesnya bisnis, mereka lepas tangan terkait perjalanan bisnis selanjutnya.
- Jika bisnis utama bermasalah maka akan berdampak pada bisnis franchise lainnya.
Oleh karena itu, ketika kita memutuskan untuk menjalankan bisnis franchise, kita harus mempelajari manfaat dan dukungan yang diberikan oleh penyedia franchise tersebut. Peran yang diberikan oleh pihak penyedia franchise harus besar dan sangat kami butuhkan karena kami tidak bisa melakukannya sendiri dan tidak memiliki pengalaman di bidangnya. itu.
Contoh Bisnis Franchise
Berikut ini contoh bisnis franchise di Indonesia.
- Di Indonesia, franchise yang berkembang pesat dan masih sangat menguntungkan adalah franchise di bidang makanan (Wong Solo, Sapo Oriental, CFC, Hip Hop, Red Crispy, Papa Rons dan masih banyak brand lainnya).
- Waralaba berupa mini retail outlet (Indomaret, Yomart, AlfaMart) banyak tersebar hingga pelosok desa dan permukiman padat penduduk.
- Di bidang Telematika atau Teknologi Informasi & Komunikasi juga mulai diminati dalam 3 tahun terakhir, beberapa sektor franchise mulai berkembang seperti distribusi isi ulang tinta printer/cartridge (Inke, X4Print, Veneta, dll), komputer pendidikan (Widyaloka, Binus), distribusi perangkat komputer (Micronics). Distribusi), Warnet / NetCafe (Multiplus, Java NetCafe, Net Ezy), Kantor Konsultasi JSI Solutions, dll.
- Yang juga menguntungkan adalah franchise di bidang pendidikan (Science Buddies, ITutorNet, Primagama, Sinotif), khususnya taman bermain (SuperKids) dan taman kanak-kanak (FastractKids, Kids2success, Townfor Kids), Pendidikan Bahasa Inggris (EF/English First, ILP, Direct English), dll.
Baca juga artikel yang mungkin terkait: Pengertian Lengkap, Tujuan dan Fungsi Bisnis Beserta 5 Manfaatnya