Pergaulan bebas – Ciri-ciri, Jenis, Penyebab, Dampak, Penanggulangannya
pergaulan bebas – Pergaulan bebas merupakan suatu bentuk perilaku menyimpang yang melampaui batas kewajiban, tuntutan, aturan, kondisi dan perasaan malu. Pergaulan bebas diambil dari kata Asosiasi dimana artinya adalah proses interaksi antara individu dan kelompok, sedangkan kata Bebas yang artinya terlepas dari kewajiban, aturan, tuntutan, norma agama, dan Pancasila.

Pergaulan bebas menurut agama merupakan suatu proses dengan orang lain tanpa memandang ikatan yang mengatur hubungan tersebut. Pergaulan bebas ini dinyatakan dalam surat An-Nur ayat 30-31 bahwa “kita harus menjaga kontak mata dalam bersosialisasi”.
Ada beberapa kemungkinan penyebab pergaulan bebas ini, nah untuk lebih jelasnya simak penjelasan mendalamnya di bawah ini.
Fitur – Fitur
Ada beberapa ciri-ciri pergaulan bebas di kalangan remaja sebagai berikut:
- Terjebak dalam pesta yang rusuh.
- Perilaku buruk atau tidak etis.
- Menggunakan pakaian – pakaian terbuka atau tidak pantas.
- Seks pranikah.
- Menggunakan narkoba atau obat-obatan terlarang jenis lainnya.
- Mengonsumsi alkohol atau mabuk.
- Menonton film yang mengandung unsur pornografi.
- Tawuran yang terjadi antar kelompok.
- Menghabiskan waktu untuk clubbing memang menyenangkan.
- Menghalalkan segala cara untuk mengharapkan sesuatu yang diinginkan.
Baca Juga: Kedudukan Warga Negara dan Penduduk
Jenis Asosiasi Bebas
Ada beberapa jenis contoh pergaulan bebas, yaitu sebagai berikut:
- Seks bebas.
- Narkoba atau obat-obatan terlarang.
- Dunia malam.
- Alkohol (Minuman Keras).
- Ribut.
- Merokok.
Penyebab Terjadinya
Berikut beberapa faktor penyebabnya di kalangan remaja:
1. Tingkat Pendidikan
Dengan rendahnya tingkat pendidikan dalam suatu keluarga, misalnya keluarga memperbolehkan anak untuk berpacaran. Namun tanpa pengawasan, anak akan terjerumus ke dalam pergaulan bebas.
2. Kurangnya perhatian
Kedua orang tua kurang memperhatikan pergaulan anak, karena orang tua sibuk dengan pekerjaannya sehingga anak tidak dapat memperoleh perhatian secara maksimal.
3. Tidak hati-hati dalam berteman
Biasanya remaja terlalu mudah berteman karena mengikuti mode masa kini, sehingga tidak terlalu memilih teman mana yang baik atau mana yang menjatuhkannya. Misalnya saja teman membawa kita ke arah yang negatif, hal ini bisa terjadi karena kita berteman dengan orang yang jahat.
4. Kondisi Perekonomian
Dengan kondisi ekonomi keluarga yang buruk atau rendah, anak bisa saja putus sekolah, sehingga memperburuk perilaku anak karena kurangnya pendidikan di sekolah maupun di rumah.
5. Penyalahgunaan Internet
Perkembangan internet yang semakin canggih juga dapat memberikan dampak negatif. Penggunaan internet yang tidak tepat juga bisa menjadi faktor seseorang meniru hal-hal negatif.
Dampak Yang Terjadi
Nah, selain hal di atas akan menimbulkan beberapa dampak yaitu sebagai berikut:
1. Ketergantungan Obat
Berawal dari trial and error yang akhirnya menjadi adiksi atau ketergantungan. Hal ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.
2. Ada Seks Bebas
Kasus yang berujung pada kehamilan di luar nikah semakin menjamur, inilah bahaya yang akan timbul.
3. Kejahatan Tinggi
Berusaha untuk mendapatkan apa yang benar-benar Anda inginkan, ibarat penarikan diri karena tidak mendapatkan barang yang diinginkan karena tidak memiliki cukup materi. Hal ini dapat memicu pencurian, perampokan, dll.
Baca Juga: Metodologi Penelitian
4. Kesehatan Rendah
Terjangkitnya penyakit seperti HIV AIDS karena melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda. Hal ini tentu dapat merugikan generasi penerus bangsa.
5. Rendahnya Prestasi
Seseorang yang terjerumus dalam dunia bebas akan cenderung malas dalam mencapai prestasi atau meningkatkan prestasinya.
6. Hubungan keluarga yang renggang
Bisa saja terjadi karena adanya keretakan rumah tangga atau suatu hal yang menyebabkan anak kehilangan rasa hormat terhadap orang tuanya sehingga menyebabkan rusaknya hubungan kekeluargaan yang ada.
7. Berdosa
Suatu perbuatan yang melanggar aturan suatu agama pasti akan menimbulkan dosa.
Cara mengatasi
Berikut beberapa cara mengatasi untuk mencegah pergaulan bebas:
- Memperbaiki bentuk perspektif.
- Jujurlah pada dirimu sendiri.
- Menanamkan nilai-nilai ketimuran.
- Menjaga keseimbangan dalam gaya hidup.
- Tingkatkan aktivitas Anda dengan cara yang positif.
- Berpikir panjang tentang masa depan.
- Kurangi menonton TV yang mengandung unsur seksual atau kekerasan.
- Selalu membaca buku yang memberikan motivasi yang baik.
- Berkomunikasi dengan baik dengan orang-orang
- Mengadakan sosialisasi tentang bahaya pergaulan bebas.
- Menegakkan aturan hukum yang ketat.
Baca Juga: Sumber Hukum
Menurut KBBI, pergaulan berarti hidup bermasyarakat dan bermasyarakat, sedangkan kebebasan berarti bebas dan tidak ada hambatan, sehingga dapat berbicara, bergerak dan berbuat dengan leluasa tanpa terikat aturan yang ada.
1. Merokok.
2. Pergaulan bebas.
3. Pergi ke tempat yang tidak aman.
4. Ketidaktaatan kepada orang tua.
5. Lupakan agamanya.


Artinya: “Dari Ibnu Abbas ra. Beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW berkhotbah, dan beliau bersabda: Jangan sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita, kecuali dia adalah mahramnya, dan seorang wanita tidak boleh melakukan perjalanan kecuali dia adalah mahram” (Muttafaq ‘alaihi)
Nah, apabila para pelajar anda khususnya yang masih berada pada jenjang pendidikan masih bingung mengenai artikel dan lain-lain, maka tulisan ini cukup mewakili jawabannya bagi anda semua.
Sekian pembahasan artikelnya, semoga bermanfaat dan menjadi pengetahuan baru bagi pembaca.