Siklus Batuan – Pengertian, Proses, Siklus, Gambar, Contoh
6 mins read

Siklus Batuan – Pengertian, Proses, Siklus, Gambar, Contoh


Siklus Batuan – Tahukah anda tentang bagaimana batu itu ada?? atau sekedar memahami apa yang terjadi pada bebatuan di sekitar kita?? Berikut ini saya akan menjelaskan bagaimana batuan terjadi, ditinjau dari pengertian, proses dan siklusnya.

Memahami

Siklus Batuan merupakan suatu siklus atau proses yang didalamnya terdapat penjelasan mengenai hubungan antara seluruh batuan penyusun dataran bumi.

Siklus ini dapat berlangsung pada waktu yang berbeda-beda. Selain itu, siklus ini dapat berlangsung cepat maupun lambat.

Faktanya, siklus batuan bisa berlangsung hingga jutaan tahun, tergantung jenis batuan yang mengalami perubahan.

Satu-satunya planet di tata surya tempat makhluk hidup dapat berkembang adalah Bumi, yang mengandung zat kimianya sendiri, namun dalam jumlah terbatas.

Segala unsur yang ada di muka bumi tidak akan pernah musnah atau diciptakan oleh siapapun yang ada didalamnya.

Unsur-unsur tersebut jumlahnya tetap, hanya akan berubah dan terus menyebar ke seluruh bumi.

Perubahan dan sebaran yang dialami akan terjadi dari waktu ke waktu. Tentunya hal ini akan mengalami proses cycle atau siklus pada batuan.

Tidak hanya itu, bumi juga akan mengalami siklus hidrologi, fosfor dan oksigen serta siklus lainnya.

Baca Juga: Konsep Geografi

Pengertian lain dari siklus batuan adalah proses perubahan magma yang membeku akibat pengaruh cuaca sehingga menimbulkan batuan lain.

Artinya batuan lain seperti batuan sedimen, batuan beku, dan batuan metamorf akan kembali menjadi magma.

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa magma merupakan gabungan batuan cair dan semi cair yang terletak di permukaan bumi.

Magma sendiri mempunyai 4 bagian yaitu lelehan yang berada di dasar permukaan dan sangat panas, kristalisasi lelehan, batuan padat dan gas terlarut.

Ada juga yang mengartikan bahwa siklus batuan merupakan konsep dalam bidang geologi yang paling dasar.

Konsep ini tentunya menjelaskan perubahan pada 3 batuan utama yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.

Teori siklus ini muncul sekitar abad ke-18 sehubungan dengan James Hutton yang kita kenal sebagai Bapak Geologi.

James Hutton menjelaskan bahwa semua unsur yang ada di bumi mempunyai keteraturan, sehingga akan kembali ke bentuk semula.

Kemudian pada tahun 1950-an muncul J. Tuzo Wilson yang mengusung konsep batuan berdasarkan lempeng tektonik.

Proses Batuan

siklus batuan
gambar siklus batuan

Merupakan komponen tak hidup atau abiotik dalam suatu ekosistem dan keberadaannya dapat memberikan berbagai manfaat.

Selain itu batuan juga mempunyai peranan penting dalam proses konstruksi bangunan, seperti gedung, sekolah, rumah, dan lain sebagainya.

Berikut penjelasan lengkap mengenai siklus batuan.

1. Kristalisasi Magma

Fase pertama pada batuan adalah magma yang telah mengkristal, dimana magma merupakan sumber utama terbentuknya batuan.

Biasanya magma yang sudah membeku akan ditemukan pada gunung-gunung berapi yang ada di bumi.

Pada saat magma meletus, maka magma yang berada di dalamnya akan keluar hingga menyembur ke permukaan sekitarnya, yang biasa disebut magma ekstrusif.

Sedangkan magma yang meletus namun belum mencapai permukaan disebut magma intrusif.

Magma yang keluar dan menuju ke permukaan bumi akan membeku yang kemudian berubah menjadi batuan beku. Normalnya, magma akan mudah ditemukan di sekitar atau disekitar lempeng bumi.

2. Pelapukan

Proses pelapukan merupakan proses batuan yang kedua, dimana batuan beku akan mengalami proses pelapukan.

Hal ini terjadi karena berjalannya waktu yang dipengaruhi oleh berbagai hal.

Namun yang paling mempengaruhi pelapukan adalah cuaca, seperti terik matahari, hujan dan angin serta fenomena alam lainnya.

Dengan perubahan cuaca seperti itu, batuan ekstrusif akan mengalami proses pelapukan paling cepat.

Pasalnya, batuan ekstrusif yang ada di permukaan bumi akan lebih sering terkena paparan sinar matahari, angin, dan fenomena alam lainnya.

Proses ini disebabkan oleh aktivitas fisik dan kimia akibat interaksi angin, air dan organisme tertentu.

Sedangkan batuan induk juga akan mengalami proses pelapukan jika nantinya terangkat ke permukaan.

Baca Juga: Lokasi Astronomi Indonesia

3. Belilah

Merupakan proses pengikisan benda padat atau batuan akibat interaksi air, hujan, udara dan es.

Pada siklus batuan, erosi akan terjadi setelah mengalami pengangkatan pada batuan intrusif, kemudian terjadi proses pelapukan pada batuan ekstrusif.

Dalam proses erosi, unsur air akan membantu memindahkan material lapuk ke daerah lain.

4. Deposisi

Segala material yang terbawa air ke daerah lain akan berkumpul di satu tempat secara terus menerus.

Kemudian semua material ini akan mengendap dan lama kelamaan jumlahnya akan bertambah hingga menimbulkan tumpukan material.

Bahan yang menumpuk dan mengendap akan menjadi keras atau menjadi keras.

5. Pembentukan Sedimen

Tumpukan yang dihasilkan akan mengeras, kemudian membentuk batuan jenis baru yang disebut batuan sedimen.

Batuan sedimen muda yang sudah terbentuk akan mengubur batuan sedimen tua.

Kemudian, ketika air atau unsur lain masuk, butiran batuan sedimen akan semakin terikat erat satu sama lain.

6. Batuan Metamorf

Batuan sedimen sebenarnya mempunyai letak yang sama dengan batuan intrusif, yaitu berada di bawah permukaan bumi atau tidak terlihat di permukaan bumi.

Batuan tersebut akan mengalami proses pengangkatan dan selanjutnya batuan tersebut akan tertimbun lebih dalam sehingga meningkatkan tekanan dan energi panas di dalam bumi.

Dari terbentuknya siklus ini, batuan sedimen akan berubah menjadi batuan metamorf.

7. Magma

Setelah terjadi proses-proses sebelumnya, pada akhirnya pada proses metamorf, batuan tersebut akan kembali menjadi magma.

Magma yang membeku kemudian mengalami pelapukan yang kemudian diikuti oleh erosi dan pengendapan, sehingga terjadilah sedimen dan terbentuknya metamorf.

Semua proses di atas merupakan proses batuan yang kita kenal dengan sebutan siklus batuan dari magma ke magma lagi.

Setelah batuan tersebut mengalami keenam proses di atas, pada akhirnya batuan metamorf tersebut akan berubah kembali menjadi magma. Magma yang membeku kemudian mengalami pelapukan yang diikuti erosi dan pengendapan hingga terbentuk sedimen dan metamorf. Keenam proses di atas merupakan proses siklus batuan dimana pada akhirnya magma akan kembali berubah menjadi magma.

Siklus Batuan Beku

siklus batuan bekusiklus batuan beku

Siklus ini terjadi dengan cara yang sama seperti kristalisasi magma yang saya jelaskan di atas.

Magma yang biasanya berada di sekitar batas lempeng bumi akan keluar pada saat gunung berapi mengalami proses letusan dan kemudian akan membeku.

Ketika magma membeku maka akan terjadi proses kristalisasi magma dan dapat berlangsung di permukaan bumi maupun di kerak bumi.

Contoh batuan yang berada di permukaan atau batuan ekstrusif adalah batuan andesit dan batuan basal.

Sedangkan contoh batuan pada kerak bumi atau batuan intrusif adalah batuan diorit dan batuan granit.

Batuan intrusif membeku di kerak bumi, proses kristalisasi terjadi di bawah permukaan bumi.

Demikian penjelasan lengkap mengenai Siklus Batuan, semoga dapat menambah wawasan kita.



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *