Sistem Informasi Geografis – Subsistem, Komponen, Metode, Contoh
7 mins read

Sistem Informasi Geografis – Subsistem, Komponen, Metode, Contoh


Sistem Informasi Geografis (SIG) – Pengertian, Subsistem, Komponen, Cara Kerja, Sejarah, Manfaat, Contoh: Sistem Informasi Geografis “SIG” merupakan suatu sistem informasi khusus yang mengelola data yang mempunyai informasi spasial atau referensi keruangan.


Pengertian Sistem Informasi Geografis (GIS)

Sistem Informasi Geografis “SIG” merupakan suatu sistem informasi khusus yang mengelola data yang mempunyai informasi spasial atau referensi keruangan. Jika diartikan secara sempit, GIS sendiri berarti suatu sistem komputer yang mempunyai kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi yang bereferensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya dalam suatu database. Praktisi juga mencakup orang-orang yang membangun dan mengoperasikan GIS dan data sebagai bagian dari sistem ini.


Baca juga artikel yang mungkin terkait: Pengertian Geografi Sosial Menurut Para Ahli


  1. GIS merupakan suatu sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan (menangkap), menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis dan menampilkan data yang berkaitan dengan posisi di permukaan bumi.

  2. GIS merupakan suatu sistem yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data, manusia (brainware), organisasi dan lembaga yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi tentang wilayah di permukaan bumi.
  3. GIS adalah kumpulan perangkat keras, perangkat lunak, data geografis, dan personel komputer yang terorganisir yang dirancang untuk memperoleh, menyimpan, memperbarui, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan segala bentuk informasi yang bereferensi geografis secara efisien.

Subsistem SIG

Jika definisi ini diperhitungkan maka GIS dapat dipecah menjadi subsistem berikut:

  1. Input Data, subsistem ini bertugas mengumpulkan dan menyiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber. Subsistem ini juga bertanggung jawab untuk mengubah atau mengubah format data asli menjadi format yang dapat digunakan oleh GIS.
  2. Output Data, subsistem ini menampilkan atau menghasilkan output seluruh atau sebagian database baik dalam bentuk softcopy maupun hardcopy seperti tabel, grafik, peta, dan lain-lain.

  3. Manajemen Data, subsistem ini mengatur data baik spasial maupun atribut ke dalam database sedemikian rupa sehingga mudah untuk dipanggil, diperbarui, dan diedit.
  4. Manipulasi & Analisis Data, subsistem ini menentukan informasi yang dapat dihasilkan oleh GIS. Selain itu, subsistem ini juga memanipulasi dan memodelkan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.

Komponen SIG

GIS merupakan suatu sistem kompleks yang biasanya terintegrasi dengan sistem komputer lain pada tingkat fungsional dan jaringan. Sistem GIS terdiri dari komponen-komponen berikut:

  1. Perangkat Keras: GIS dijalankan pada perangkat keras, dalam hal ini sistem komputer, untuk menyimpan dan memproses data.
  2. Perangkat Lunak: jika dilihat dari sisi lain, GIS juga merupakan sistem perangkat lunak yang disusun secara modular dimana database memegang peranan kuncinya.

  3. Data dan Informasi Geografis: GIS dapat mengumpulkan dan menyimpan data dan informasi yang diperlukan baik secara tidak langsung dengan menggunakanimpordari software GIS lain atau langsung dengan mendigitalkan data spasial dari peta dan memasukkan data atribut dari tabel dan laporan menggunakan keyboard.
  4. Manajemen: proyek GIS akan berhasil jika dikelola dengan baik dan dilaksanakan oleh orang-orang dengan keterampilan yang tepat di semua tingkatan.

Baca juga artikel yang mungkin terkait: Pengertian dan Tujuan Penelitian Menurut Para Ahli


Bagaimana GIS Bekerja

GIS dapat mewakili dunia nyata pada monitor komputer seperti halnya lembar peta dapat mewakili dunia nyata di atas kertas. Namun, GIS memiliki kekuatan dan fleksibilitas lebih dibandingkan peta kertas.


GIS menyimpan semua informasi deskriptif tentang elemen-elemennya sebagai atribut dalam database. Kemudian, GIS membentuk dan menyimpannya dalam tabel (relasional). Setelah itu, GIS menghubungkan elemen-elemen di atas dengan tabel-tabel yang dimaksud. Dengan demikian, atribut Atribut tersebut dapat diakses melalui lokasi elemen peta, dan sebaliknya elemen peta juga dapat diakses melalui atributnya. Oleh karena itu, unsur-unsur tersebut dapat dicari dan ditemukan berdasarkan atributnya.


GIS menghubungkan kumpulan elemen peta dengan atributnya dalam satuan yang disebut lapisan. Sungai, bangunan, jalan, laut, batas administrasi, perkebunan dan hutan merupakan contoh lapisan. Kumpulan lapisan-lapisan ini akan membentuk database GIS. Oleh karena itu, desain database sangat penting dalam GIS. Perancangan database akan menentukan efektivitas dan efisiensi proses input, pengelolaan dan output GIS.


"Sistem Informasi Geografis (GIS)" Definisi & (Sejarah - Manfaat)

Sejarah Sistem Informasi Geografis “GIS”

Berdasarkan catatan sejarah perkembangan GIS, CGIS “Canada Geographic Information System” merupakan GIS pertama di dunia yang dikembangkan pada tahun 1967 di Ottawa, Ontario, Kanada oleh Departemen Energi, Pertambangan dan Sumber Daya.


Dalam hal ini dikembangkan oleh Roger Tomlinson, CGIS kemudian digunakan untuk menyimpan, menganalisa dan mengolah data yang dikumpulkan untuk inventarisasi tanah Kanada “CLI – Canadian land Inventory” yang bertujuan untuk mengetahui kapasitas lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakan berbagai informasi. tentang lahan, pertanian, pariwisata, satwa liar, unggas dan penggunaan lahan pada skala 1:250.000.


Sistem ini kemudian diadaptasi di banyak negara, termasuk Indonesia yang mulai menerapkannya sejak Pelita ke-2 ketika LIPI mengundang UNESCO untuk menyusun “kebijakan dan program pembangunan 5 tahun tahap kedua” 1974-1979” dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan penelitian. .


Baca juga artikel yang mungkin terkait:Pemahaman terlengkap mengenai ekspor dan impor serta tujuannya


Manfaat Sistem Informasi Geografis “GIS”

Manfaat sistem informasi geografis antara lain:

Untuk Pengelolaan Penggunaan Lahan

Tata guna dan pemanfaatan lahan merupakan bagian dari kajian geografi yang perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan dari berbagai aspek. Tujuannya untuk menentukan zonasi lahan yang sesuai dengan karakteristik lahan yang ada.


Dalam hal ini SIG dapat membantu membuat perencanaan pada setiap wilayah dan hasilnya dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan sarana/prasarana yang diperlukan. Penempatan usulan/prasarana yang akan dibangun di perkotaan perlu diperhatikan agar efektif dan tidak melanggar kriteria tertentu yang dapat menimbulkan misalignment.


Sedangkan di perdesaan, pengelolaan penggunaan lahan lebih fokus pada sektor pertanian. Dengan memetakan curah hujan, iklim, kondisi tanah, ketinggian dan kondisi alam akan membantu menentukan lokasi tanaman, pupuk yang digunakan dan cara mengolah lahan. Pembangunan saluran irigasi juga dapat dilakukan secara merata dan dengan biaya yang minimal serta dapat dibantu dengan peta sawah, peta pemukiman penduduk, ketinggian tiap tempat dan peta kondisi tanah.


Untuk Inventarisasi Sumber Daya Alam

Inventarisasi sumber daya alam ini mencakup manfaat dalam:

Untuk Pengawasan Daerah Bencana Alam

Kemampuan GIS untuk memantau wilayah bencana alam, misalnya:

  • Memantau daerah terjadinya bencana alam.
  • Mencegah terjadinya bencana alam di kemudian hari.
  • Mengembangkan rencana untuk membangun kembali daerah bencana.
  • Penentuan tingkat bahaya erosi.
  • Prediksi ketinggian banjir.
  • Prediksi tingkat kekeringan.

Untuk Perencanaan Wilayah dan Kota

Berikut manfaat GIS dalam perencanaan wilayah dan kota:

Contoh Aplikasi (Sederhana) SIG

Kebanyakan orang mungkin pernah menggunakan Google Maps atau Google Earth. Masyarakat tentunya telah menandai suatu lokasi dengan simbol tertentu kemudian memasukkan informasi di dalamnya (misalnya nama tempat). Ketika orang lain membuka peta yang sama, mereka dapat melihat data yang Anda masukkan. Google Map dan Google Earth merupakan aplikasi GIS sederhana yang umum digunakan oleh masyarakat.


Dunia dan bahasa pemetaan memang asing, padahal kini hampir semua orang menggunakan peta – apalagi di era digital seperti sekarang. GIS merupakan salah satu aplikasi yang umum dan sederhana dalam dunia pemetaan, namun kurang populer.


Secara sederhana GIS merupakan suatu aplikasi dalam dunia pemetaan yang prinsipnya memberikan informasi berupa data atribut (informasi) menjadi data spasial (peta itu sendiri) sehingga suatu peta mempunyai nilai informasi. Atau dalam bahasa yang lebih sederhana, peta mempunyai data – data yang memberikan informasi tematik tertentu. Google Map dan Google Earth adalah contohnya.


Baca juga artikel yang mungkin terkait: Pengertian Geografi Lengkap Menurut Para Ahli

Prahasta Edi. 2002. Sistem Informasi Geografis: Konsep Dasar. Informatika, Bandung.
Arif Syamsu, 2008, Pengertian Sistem Informasi Geografis, tersedia di http://arcgismaniak.blogspot.com/, diakses 23 September 2014.
Mungkin dibawah ini yang anda cari



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *