Teori Struktural Fungsional [PENJELASAN LENGKAP]
2 mins read

Teori Struktural Fungsional [PENJELASAN LENGKAP]


teori struktural fungsional

Teori Struktural Fungsional – Teori ini akan memandang masyarakat sebagai suatu sistem total yang menciptakan ketertiban dan stabilitas sosial.

Teori ini disebut juga dengan perspektif fungsionalis yang diciptakan oleh Emile Durkheim. Durkheim banyak mempelajari tentang tatanan sosial dan bagaimana manusia dapat hidup harmonis.

Fungsionalisme lebih fokus pada struktur sosial pada tingkat makro. Sosiolog terkemuka yang dipengaruhi oleh teori fungsionalis Durkheim termasuk Talcott Parsons dan Robert K. Merton.

Fungsionalisme memandang individu sebagai komponen masyarakat dalam suatu sistem sosial yang besar. Sistem sosial ini menciptakan stabilitas dalam tatanan sosial.

Jadi masyarakat adalah kumpulan individu-individu yang bekerja dalam suatu sistem untuk menjaga stabilitas sosial. Durkheim sendiri memandang masyarakat sebagai suatu organisme.

Organisme terdiri dari berbagai komponen yang menjalankan perannya masing-masing. Apabila setiap komponen tersebut bergerak maka dapat menyebabkan disfungsi atau kerusakan pada tubuh.

Teori fungsi struktural memandang institusi atau lembaga sosial sebagai komponen sistem sosial. Setiap institusi dirancang untuk memenuhi tugasnya.

Dari segi fungsionalisme, institusi sosial akan eksis apabila dapat berfungsi dengan baik. Jika tidak, institusi sosial akan hilang dengan sendirinya.

Sosiologi menyebutkan berbagai institusi sosial, seperti keluarga, pemerintah, bisnis, media, agama, dan lain sebagainya.

Jika pelayanan sosial tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sistem kesejahteraan akan runtuh dan memerlukan waktu lama untuk pulih. Kondisi pascaperang menjadi contoh bagaimana sistem sosial rusak dan tidak berfungsi akibat perang.

Setelah perang, perekonomian tidak lagi berfungsi, pemerintah mengalami kekosongan kekuasaan dan aspek kehidupan sosial lainnya hancur.

Teori struktural fungsional melihat hal ini sebagai destabilisasi dan penghancuran sistem sosial. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat bagaimana teori struktural bekerja dalam suatu sistem.

Misalnya, pemerintah mendirikan sekolah dalam rangka menyelenggarakan pendidikan bagi seluruh warganya.

Para siswa dipersiapkan untuk kemudian menduduki pekerjaan dan posisi di pemerintahan. Saat mereka bekerja, mereka datang untuk membayar pajak. Uang pajak digunakan untuk membiayai pendidikan dan lain-lain.

Para pekerja juga memberikan penghidupan bagi keluarga agar dapat bertahan hidup. Pada akhirnya, pelajar yang awalnya dibiayai dan dilatih oleh negara akan membiayai negara untuk terus berkembang.

Jika dari sudut pandang teori struktural fungsional, sistem berjalan sebagaimana mestinya, yaitu pemerintah membiayai pendidikan, kemudian siswa belajar bekerja, maka sistem sosial berada dalam keadaan stabil.

Dalam perkembangannya, teori fungsionalisme struktural sering mendapat kritik. Kritik utama yang sering dilontarkan adalah, misalnya, fungsionalisme yang membenarkan status quo.

Teori ini diyakini berguna bagi partai yang berkuasa untuk mempertahankan kekuasaannya.

Fungsionalisme tidak mendorong individu atau kelompok untuk mengambil inisiatif melakukan perubahan sosial, meskipun kondisi sosial sangat tidak setara.

Setiap individu hanya memainkan perannya dalam suatu struktur. Teori struktural fungsional mengarahkan komponen-komponen masyarakat agar berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca Juga:



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *