Rumus dan Cara Menghitung BEP (Break Even Point) untuk Bisnis
4 mins read

Rumus dan Cara Menghitung BEP (Break Even Point) untuk Bisnis


Cara Menghitung BEP – Sebelum memahami cara menghitung Break Even Point (BEP) suatu usaha perdagangan dan bisnis, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu Break Even Point (BEP) dalam suatu usaha. Dan langsung saja ke sana Pengertian Break Even Point (BEP) Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, itu adalah suatu titik dimana biaya pengeluaran (modal) dan pendapatan seimbang sehingga tidak ada kerugian atau keuntungan dalam suatu usaha atau usaha perdagangan yang akan dan sedang dilakukan, dan dalam akuntansi disebut dengan Break. Titik Genap (BEP).

Menghitung Break Even Point (BEP) suatu usaha dan usaha dagang sangatlah penting, karena sebagai seorang pengusaha harus pandai-pandai dalam menghitung Laba Rugi suatu usaha yang akan dijalani dan dijalankan, karena setiap usaha bisnis pasti memerlukan modal yang besar. modal yang besar dan tidak sedikit. Oleh karena itu, adanya Break Even Point (BEP) sangat membantu para pengusaha dalam menghitung kapan modal usahanya akan kembali, sehingga ketika mengetahui kapan modal usahanya akan kembali maka pengusaha dapat mengetahui kapan usahanya akan menguntungkan.

Kemudian jenis break event point (BEP) dalam suatu usaha dibagi menjadi dua jenis BEP, yaitu satuan break event point (BEP), yaitu titik balik (modal) yang dinyatakan dalam jumlah penjualan suatu produk. pada nilai tertentu dan yang kedua adalah break event. Titik Impas (BEP) Rupiah adalah titik impas yang dinyatakan dengan Jumlah Penjualan atau Harga Jual tertentu. Untuk Rumus Break Event Point dan Cara Menghitung Break Event Point bisa anda simak penjelasannya dibawah ini karena sudah dijelaskan lebih detail.

Rumus Satuan BEP dan Cara Menghitung Satuan BEP

Rumus lengkap dan cara menghitung BEP

Rumus dan Cara Menghitung BEP Satuan = (Biaya Tetap) / (Harga Per Unit – Biaya Variabel Per Unit)

Deskripsi:

Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tetap, meskipun usaha Anda tidak berproduksi

Harga per unit adalah harga jual suatu barang atau jasa per unit yang diproduksi

Biaya Variabel Per Unit adalah Total Biaya Variabel Per Unit (TVC/Q)

Rumus BEP Rupiah dan Cara Menghitung BEP Rupiah

Rumus dan Cara Menghitung BEP Rupiah = (Biaya Tetap) / (Margin Kontribusi Per Hari: Harga Per Unit)

Deskripsi:

Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tetap, meskipun usaha Anda tidak berproduksi

Kontribusi Margin Per Hari adalah Total Penjualan Per Unit – Biaya Variabel Per Unit (Selisih)

Harga per unit adalah harga jual suatu barang atau jasa per unit yang diproduksi

Contoh Soal Bisnis BEP (Break Even Point).

Perusahaan Komersial (UD) Tegar Jaya pada tahun 2017 memiliki Data Biaya dan Rencana Produksi sebagai berikut:

Diketahui:

1. Biaya tetap per bulan sebesar Rp. 150 juta yang terbagi dari:

Rp. 1.500.000 Biaya Penyusutan Mobil Kijang

Rp. 10.000.000 Biaya Gaji Pemilik

Rp. 15.000.000 Biaya Gaji Asuransi Kesehatan

Rp. 18.500.000 Biaya Gaji Sewa Gedung Perkantoran

Rp. 30.000.000 Biaya Gaji Sewa Pabrik

Rp. 75.000.000 Biaya Gaji Pegawai

2. Biaya Variabel Per Unit mencapai Rp. 75.000 terdiri dari:

Rp. 35.000 Biaya Bahan Baku

Rp. 15.000 Biaya Listrik dan Air

Rp. 15.000 Biaya Tenaga Kerja Langsung

Rp. 10.000 Biaya Lainnya

3. Harga Jual Per Unit Rp. 100.000

Jawabannya:

Cara menghitung BEP pada unit milik Badan Usaha Tegar Jaya adalah

= Biaya Tetap / (Harga Per Unit – Biaya Variabel Per Unit)

= Rp. 150.000.000 / (Rp100.000 – Rp75.000)

= Rp. 150.000.000 / Rp. 25.000

= 6.000 Satuan

Cara menghitung BEP dalam Rupiah milik Badan Usaha Tegar Jaya adalah

= Biaya Tetap / (Margin Kontribusi Per Unit / Harga Per Unit)

= Rp. 150.000.000 / (Rp 25.000 / Rp 100.000)

= Rp. 150.000.000 / 0,25

= Rp. 600.000.000

Jadi nilai Break Event Point (BEP) Badan Usaha Tegar Jaya tercapai pada saat Penjualan Barang (Produk) mencapai 6.000 Unit yang dibuktikan dengan menghitung BEP Unit Badan Usaha Tegar Jaya. Dan jika dalam BEP Rupiah Badan Usaha Tegar Jaya tercapai jika menyentuh Penjualan Produk (Barang) dengan nilai Rp. 600 Juta.

Dan sekedar informasi tambahan yang ada didalamnya Cara Mencari Break Event Point (BEP) dalam suatu usaha bisnis dan perdagangan, nilai BEP sangat bergantung pada perubahan harga jual per unit, perubahan biaya tetap, biaya variabel dan perubahan komposisi bauran penjualan sehingga anda sebagai pengusaha dan pemilik suatu usaha harus mengetahui nilai pasti biayanya. – Biaya-biaya ini ada dalam bisnis Anda. Mungkin hanya itu saja pembahasan mengenai Rumus BEP dan Cara Menghitung BEP yang dapat saya berikan kepada para pembaca, dan semoga ulasan salah satu Rumus Akuntansi kali ini dapat bermanfaat dan bermanfaat bagi anda para pembaca.



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *