Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
7 mins read

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi – Tahukah Anda bahwa pertumbuhan ekonomi dapat meningkat atau menurun karena beberapa faktor. Faktor-faktor penting yang dianggap mempunyai pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara antara lain adalah tanah dan sumber daya alam, kualitas angkatan kerja dan jumlah penduduk, barang modal dan teknologi, serta sistem dan sikap masyarakat. Untuk itu silahkan baca penjelasan dibawah ini secara detail.

faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi

Memahami

Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan pendapatan nasional agregat dan peningkatan output dalam periode tertentu, misalnya satu tahun, lima tahun atau lainnya. Jadi dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi merupakan peningkatan kapasitas produksi fisik barang dan jasa selama jangka waktu tertentu yang telah ditentukan.

Baca Juga: Pergaulan bebas

1. Merkantilisme

Meskipun sebenarnya bukan teori tentang pertumbuhan dalam arti sebenarnya, namun terdapat pendapat mengenai pertumbuhan dalam teori ini. Merkantilisme berpendapat bahwa kondisi perekonomian suatu negara bisa lebih baik jika negara tersebut mengumpulkan emas dan meningkatkan ekspor.

2. Teori Klasik Adam Smith

Menurut teori Adam Smith, pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Peran pasar adalah menentukan penawaran dan permintaan.
  • Produktivitas kerja.
  • Peran perdagangan.
  • Peningkatan produksi.

3. Teori Solow-Swan Neoklasik

Teori Neoklasik ini dikembangkan oleh Robert Solow dan Trevor Swan pada tahun 1956. Kedua ekonom ini berpendapat bahwa perekonomian dapat tumbuh selama:

  1. Terjadi peningkatan proporsi Produk Domestik Bruto (PDB).
  2. Perkembangan teknologi sehingga produktivitas terus meningkat.

4. Teori Pertumbuhan Endogen

Berdasarkan teori ini, pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan inovasi teknologi. Jika kedua faktor ini terpenuhi dengan baik maka perekonomian akan berkembang.

5. Teori Model Harrod-Domar

Teori ini dikembangkan secara terpisah yaitu pada tahun 1939 oleh Roy F. Harrod dan pada tahun 1946 oleh Evsey Domar. Dimana teori ini sendiri tergolong dalam teori model neoklasik.

Berdasarkan teori ini, pertumbuhan ekonomi bergantung pada tingkat tabungan. Berkat tabungan, dana investasi tersedia.

Namun tingkat tabungan yang tinggi juga kurang baik, karena kondisi ini akan mengindikasikan adanya penurunan tingkat konsumsi.

Faktor Pertumbuhan Ekonomi

Setelah mengetahui beberapa definisi dan disertai teori diatas, berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi:

1. Sumber Daya Manusia (SDM)

Sumber Daya Manusia merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara. Faktor SDM dapat mempercepat atau sebaliknya memperlambat proses pertumbuhan ekonomi.

Misalnya saja ketika suatu negara mengalami peningkatan jumlah pengangguran, maka negara tersebut dapat dikatakan sedang mengalami penurunan.

Menurunnya kualitas sumber daya manusia akan menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran yang dapat diperparah dengan semakin sedikitnya lapangan kerja yang tersedia. Meningkatnya pengangguran dapat memicu meningkatnya kemiskinan di masyarakat.

Hal ini tentunya akan mempengaruhi permintaan masyarakat terhadap suatu barang dan jasa dari suatu usaha atau perusahaan. Sebab masyarakat akan cenderung menyimpan pendapatannya dan hanya akan membelanjakannya untuk hal-hal yang memang benar-benar primer.

2. Sumber Daya Alam (SDA)

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam. Namun kekayaan sumber daya alam tersebut tidak dapat dimanfaatkan dengan baik jika kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya tidak baik.

Oleh karena itu, Indonesia kerap mengekspor barang mentah dan mengimpor kembali barang jadi dengan harga yang jauh lebih mahal.

Dengan adanya keterbatasan dalam pengelolaan sumber daya alam tersebut, maka mengharuskan para pelaku usaha atau perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan bahan baku seringkali harus mengimpor bahan baku dari luar negeri. Hal ini mengakibatkan produk perusahaan menjadi jauh lebih mahal dibandingkan saat harus mendapatkannya di dalam negeri.

Ini adalah dilema dalam masyarakat ini. Pasalnya, masih banyak produk dalam negeri yang dianggap mahal sehingga menyebabkan permintaan menurun.

3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi

Suatu negara dikatakan maju apabila perekonomiannya mengalami peningkatan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tak terkecuali bagi perusahaan yang mengutamakan teknologi agar dapat memproduksi barang dan jasa dengan lebih efisien.

Penggunaan teknologi yang maju menandakan bahwa perusahaan harus mampu menghasilkan produk dengan lebih cepat dan efisien. Teknologi dalam hal peralatan produksi digunakan untuk membantu meminimalisir penyerapan tenaga kerja. Dengan begitu, anggaran untuk pegawai bisa dipotong dan digunakan untuk keperluan lain.

Namun bagi bisnis yang sedang berkembang, biasanya masih sulit menerapkan teknologi pada bisnisnya. Sebab, pembelian peralatan modern masih dinilai mahal dan harus mengimpor dari luar negeri.

Baca Juga: Rumus Transformator

4. Tingkat Inflasi

Inflasi juga merupakan salah satu gejala yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, dimana inflasi merupakan suatu peristiwa dimana laju peredaran uang rupiah tidak terkendali dengan baik.

Dengan meningkatnya harga maka akan mempengaruhi produktivitas bahan baku. Hal ini akan menyebabkan peningkatan biaya operasional perusahaan dalam penyediaan bahan baku. Tidak hanya itu, inflasi akan mempengaruhi gaji karyawan suatu perusahaan.

Ada dua jenis inflasi yang dapat berdampak langsung terhadap bisnis suatu perusahaan, yaitu: inflasi co-push dan inflasi tarik-deman. Di mana inflasi co-push adalah kenaikan harga produk karena permintaan masyarakat meningkat dan inflasi tarikan permintaan adalah peningkatan permintaan masyarakat sehingga menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa.

5. Suku Bunga

Pertumbuhan ekonomi akan mempengaruhi tingkat suku bunga suatu negara. Pertumbuhan tersebut akan cenderung menyebabkan suku bunga meningkat akibat peningkatan pendapatan masyarakat.

Suku bunga yang tinggi akan berdampak negatif terhadap dunia usaha dan perusahaan yang biasanya menggunakan modal pinjaman untuk meningkatkan kualitas perusahaannya.

Tidak hanya itu, suku bunga yang tinggi akan berdampak pada rendahnya permintaan investasi sehingga berdampak buruk pada saham perusahaan. Hal ini dikarenakan investor lebih memilih tabungan konvensional dibandingkan harus menginvestasikan uangnya pada perusahaan.

Perkembangan suatu usaha dipengaruhi langsung oleh hasil pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Dengan kata lain, ketika pertumbuhan meningkat ke arah atas, maka permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa juga akan meningkat, begitu pula sebaliknya.

Informasi mengenai pertumbuhan ekonomi pada umumnya disajikan dalam bentuk persentase, misalnya pertumbuhan yang dialami Indonesia pada tahun 2015 sebesar 4,88 persen, sedangkan pada tahun 2018 sebesar 5,17 persen. Artinya perekonomian Indonesia tumbuh positif karena mengalami peningkatan dari tahun 2015-2018.

Bagaimana Mengukur Pertumbuhan Ekonomi

Nah untuk mengukur pertumbuhan yang terjadi bisa dilihat dengan menggunakan Produk Domestik Bruto atau dikenal dengan PDB pada setiap triwulannya.

Seberapa sehat perekonomian suatu negara diketahui dengan mengukur Produk Domestik Bruto. Begitu pula dengan ukuran perekonomian secara keseluruhan dilihat dari PDB suatu negara, inilah mengapa PDB sangat penting bagi para ekonom dan investor.

Berdasarkan pengertiannya, Produk Domestik Bruto atau dikenal dengan sebutan Produk Domestik Bruto adalah nilai moneter barang dan jasa di suatu negara, yang memperhitungkan tingkat konsumsi, pengeluaran pemerintah, investasi pemerintah, dan kegiatan ekspor-impor. Berikut rumusnya:

PDB = C + G + I + (N – X)

Informasi :

  • PDB: Produk Domestik Bruto
  • C: Tingkat konsumsi
  • G: Pengeluaran pemerintah
  • I: Investasi Pemerintah
  • N : Ekspor
  • X : Penting

Baca Juga: Fungsi Manajemen

Apa ciri-ciri pertumbuhan ekonomi?

Ciri-ciri pertumbuhan ekonomi adalah:
1. Laju pertumbuhan penduduk dan produk per kapita.
2. Peningkatan Produktivitas.
3. Tingginya Tingkat Perubahan Struktural.
4. Urbanisasi.
5. Perluasan Negara Maju.
6. Arus Barang, Modal dan Manusia Internasional.

Bagaimana proses pertumbuhan ekonomi terjadi?

Proses pertumbuhan ekonomi ditandai dengan perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkelanjutan sehingga mengarah pada kondisi yang lebih baik dalam jangka waktu tertentu.

Apa saja indikator pertumbuhan ekonomi?

– Indikator Pendapatan Nasional Riil
– Indikator Pendapatan Per Kapita Riil
– Indikator Kesejahteraan Penduduk
– Indikator Tenaga Kerja dan Pengangguran

Nah, apabila para pelajar anda khususnya yang masih berada pada jenjang pendidikan masih bingung mengenai artikel dan lain-lain, maka tulisan ini cukup mewakili jawabannya bagi anda semua.

Demikianlah pembahasan artikel Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi, semoga bermanfaat dan menjadi pengetahuan baru bagi pembaca.



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *