Metode Penelitian Kuantitatif – Pengertian, Kelebihan & Kekurangan
7 mins read

Metode Penelitian Kuantitatif – Pengertian, Kelebihan & Kekurangan


Metode Penelitian Kuantitatif – Ilmu-ilmu sosial yang diteliti di sini bersumber dari buku Earl R. Babbie yang berjudul “The Practice of Social Research”.

Metode penelitian kuantitatif menggunakan data numerik dan menekankan pada proses penelitian untuk mengukur hasil yang objektif dengan menggunakan analisis statistik.

Fokus metode kuantitatif adalah pengumpulan kumpulan data dan generalisasi untuk menjelaskan fenomena spesifik populasi.

Mengapa Perlu Metode Penelitian Kuantitatif?

Tujuan penelitian kuantitatif adalah untuk mengetahui hubungan antar variabel dalam suatu populasi.

Ada dua jenis penelitian kuantitatif, yaitu deskriptif dan eksperimental.

Penelitian kuantitatif deskriptif hanya melakukan pengukuran satu kali saja. Artinya hubungan antar variabel yang diteliti hanya terjadi satu kali saja.

Sedangkan penelitian kuantitatif eksperimental mengukur sebelum dan sesudah variabel untuk melihat hubungan sebab akibat dari fenomena yang diteliti.

Ciri-ciri Metode Penelitian Kuantitatif

  • Proses pengumpulan data yang ada dilakukan dengan menggunakan alat yang terstruktur seperti angket, angket atau survei.
  • Hasil analisis didasarkan pada sampel populasi yang representatif.
  • Studi yang sama dapat diulangi di masa depan untuk mencapai tingkat reliabilitas atau keyakinan yang tinggi.
  • Segala aspek yang diperlukan untuk penelitian ini dipersiapkan secara matang sebelum proses pengumpulan data, termasuk alat penelitian.
  • Data berupa angka, bilangan atau statistik
  • Peneliti menggunakan alat analisis seperti perangkat lunak untuk mengolah data.
  • Fokus utama penelitian kuantitatif adalah mengklasifikasikan, mengukur, dan membangun model statistik untuk menjelaskan apa yang sedang diselidiki.
  • Penelitian kuantitatif mengutamakan objektivitas data dalam kajian fenomena sosial.

Dalam penelitian kuantitatif, kumpulan data dikumpulkan, diolah, dan dianalisis untuk menemukan hubungan antar variabel yang diteliti. Variabel yang digunakan boleh dua atau lebih.

Dalam ilmu sosial biasanya ada lebih dari dua, karena variabelnya selalu dalam konteks sosial yang kompleks.

Misalnya, kita akan mengkaji hubungan antara tempat tinggal dan pendapatan.

Hipotesisnya adalah lingkungan perkotaan memiliki peluang pendapatan yang lebih tinggi. Pendapatan yang tinggi tidak hanya ditentukan oleh tempat tinggal Anda.

Ada variabel lain yang sangat mungkin terjadi seperti tingkat pendidikan, faktor keturunan dan lain sebagainya.

Konsekuensi dari penelitian kuantitatif adalah hubungan antar variabel bisa signifikan secara statistik namun tidak signifikan secara sosial.

metode penelitian kuantitatif

Kelebihan & Kekurangan Metode Penelitian Kuantitatif

Di bawah ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan metode penelitian kuantitatif.

Keuntungan

  • Mendukung studi makro-sosial dalam ilmu-ilmu sosial, karena dapat mencakup sejumlah besar topik penelitian. Banyaknya orang yang terlibat, baik individu maupun kelompok, mendukung proses generalisasi.
  • Memiliki modal untuk mencapai objektivitas hasil penelitian. Secara umum penelitian kuantitatif dirancang untuk memberikan penjelasan umum atau umum terhadap suatu fenomena. Untuk memperoleh penjelasan umum tersebut digunakan beberapa variabel.
  • Dapat menerapkan penghitungan rata-rata angka sehingga proyek penelitian dapat direplikasi dan dianalisis relevansinya di tempat lain.
  • Mampu melakukan studi banding secara objektif.
  • Potensi paparan pribadi dapat dihindari dengan menjaga jarak dari peserta penelitian dan menggunakan perangkat lunak komputer selama analisis.

Kekurangan

  • Seringkali mengabaikan detail konteks sosial dalam penelitian.
  • Pendekatannya bersifat statis dan kaku sehingga tidak fleksibel ketika peneliti berada di lokasi.
  • Ada potensi bias struktural, karena rumusan masalah pada umumnya mencerminkan kepentingan peneliti, tanpa memperhitungkan permasalahan sebenarnya yang menjadi partisipan.
  • Temuan penelitian seringkali kurang detail untuk menjelaskan perilaku individu dan motivasi perilaku.
  • Peneliti mungkin mengumpulkan data yang terbatas dan dangkal.
  • Hasil penelitian ini memiliki keterbatasan penjelasan mengenai kualitas deskripsi numerik dan kurangnya detail dalam mengolah aspek persepsi manusia.
  • Hasil penelitian cenderung mencerminkan hasil laboratorium dibandingkan hasil operasi lapangan yang sesungguhnya.

Kerangka Dasar Metode Penelitian Kuantitatif

Pada dasarnya, tidak ada kerangka dasar atau proyek penelitian kuantitatif yang dianggap paling akurat.

Kerangka penelitian selalu fleksibel, yang terpenting sistematis dan menjaga substansi penelitian.

Namun, selalu ada unsur-unsur yang menjadi dasar suatu desain penelitian. Misalnya saja perumusan masalah.

Tidak ada pencarian tanpa rumusan masalah. Dalam penelitian kuantitatif sering digunakan kerangka kerja sebagai berikut, yang dikutip dalam buku “Quantitative Research in the Social Sciences: An Integrated Approach to Research Design” karya Thomas R. Black.

1. Pendahuluan

Pengenalan penelitian kuantitatif biasanya melibatkan penelitian dasar. Informasi dalam pencarian tersebut juga mencakup antara lain:

Rumusan masalah

Pada bagian ini, peneliti dengan jelas menunjukkan masalah mana yang ingin diselidikinya.

Rumusan masalah biasanya berupa sekumpulan pertanyaan atau bisa juga berupa pernyataan yang berisi pertanyaan.

Kata permasalahan jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris adalah “research question”.

Penelitian Sastra

Peneliti memeriksa literatur ilmiah yang relevan dengan topik dan merangkumnya.

Jika perlu, peneliti akan mencatat literatur apa pun yang memiliki metodologi serupa untuk perbandingan dan referensi di masa mendatang.

Bagian ini juga harus menjelaskan bagaimana penelitian yang dilakukan berkontribusi terhadap kekurangan penelitian yang ada.

Kerangka Teoritis

Peneliti menjelaskan teori yang digunakan atau hipotesis penelitian. Apabila diperlukan, peneliti juga menjelaskan terminologi teoritis yang sulit dipahami untuk menjelaskan latar belakang penelitiannya kepada pembaca.

Secara umum, penelitian kuantitatif menjelaskan hipotesis daripada teori.

2. Metodologi

Pada bagian ini peneliti harus menjelaskan tujuan penelitian dan menjelaskan bagaimana tujuan tersebut dapat dicapai.

Penjelasan tentang metodologi yang digunakan membantu pembaca untuk mengevaluasi kualitas penelitian.

Semakin detail informasi yang diberikan, semakin baik. Bagian metodologi juga mencakup:

Populasi dan Sampel

Peneliti menjelaskan darimana data yang digunakan berasal. Apakah data dibuang atau dikecualikan? Jika ya, mengapa?

Pengumpulan Data

Peneliti menjelaskan proses pengumpulan data dan mengidentifikasi metrik.

Perlu ditekankan apakah data yang dikumpulkan sudah ada atau peneliti sendiri yang mencarinya, misalnya melalui survei.

Karena tidak ada catatan yang sempurna, maka batasan atau batasan metode pengumpulan data juga harus dijelaskan.

Analisis data

Para peneliti dengan jelas menggambarkan proses analisis data.

Secara umum, bagian ini juga memperlihatkan penguraian teknik perhitungan statistik dan perangkat lunak yang digunakan.

3. Temuan atau Hasil Penelitian

Hasil hukuman harus dicatat secara objektif. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti umumnya memvisualisasikan hasil penelitian dengan menggunakan grafik, bagan, atau grafik untuk membantu pembaca memahami data.

Namun perlu ditegaskan bahwa data visual merupakan pelengkap dari deskripsi tekstual yang ditampilkan.

Pada bagian ini, para peneliti menawarkan:

Analisis Statistik

Bagaimana data dianalisis dan apa hasilnya? Hasilnya adalah gambaran data yang ditampilkan dalam bentuk teks dan/atau visual.

Jelaskan dengan hati-hati agar peneliti tidak menafsirkan hasilnya. Interpretasi hasil penelitian akan disajikan pada bagian selanjutnya.

4. Diskusi

Berbeda dengan hasil penelitian deskriptif, bagian pembahasannya harus analitis, logis dan lengkap.

Bagian ini merupakan pertemuan antara pencarian data dan data dari literatur yang digunakan.

Bagian pembahasan berisi:

Interpretasi Data

Peneliti menginterpretasikan hasil data. Selama interpretasi, peneliti memaparkan rumusan masalah dan hipotesis.

Pertanyaan pentingnya adalah apakah interpretasi hasil merespons rumusan masalah dan apakah hipotesis yang dibangun sebelumnya harus diterima. Dua jawaban atas pertanyaan ini perlu ditulis di sini.

Penjelasan Tren dan Hubungan Antar Variabel

Peneliti harus menggambarkan tren berdasarkan temuan mereka. Perlu juga dijelaskan penjelasan korelasi statistik yang tidak signifikan.

Implikasi

Para peneliti memaparkan implikasi dari hasil penelitiannya. Yang juga menampilkan hasil pencarian dalam kalimat pendek, adalah untuk meyakinkan pembaca bahwa hasil tersebut sangat penting dan dapat bereaksi terhadap masalah tersebut.

Keterbatasan

Peneliti menjelaskan distorsi pada bagian ini karena tidak ada penelitian kuantitatif, bahkan penelitian kualitatif pun yang sempurna tanpa distorsi.

5. Kesimpulan

Pada bagian ini peneliti menyimpulkan penelitiannya dengan kesimpulan singkat tentang penelitiannya, dilanjutkan dengan komentar dan penilaian akhir.

Bagian ini berisi:

Kesimpulan dari hasil penelitian

Peneliti menguraikan jawaban dari rumusan masalah. Perhatikan bahwa statistik tidak boleh ditampilkan di sini.

Namun narasi mengenai hasil tersebut harus ditulis ulang secara singkat atau substansial.

Rekomendasi

Peneliti memberikan rekomendasi jika penelitiannya berkontribusi terhadap perumusan kebijakan.

Rekomendasi tertulis harus selalu didasarkan pada hasil.

Program Penelitian Lanjutan

Agenda penelitian yang diusulkan harus didasarkan pada batasan penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya.

Baca Juga:



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *