Proses Pembentukan Urine pada Manusia dan Gambarnya
2 mins read

Proses Pembentukan Urine pada Manusia dan Gambarnya


Proses Pembentukan Urine pada Manusia – Urine terbentuk dari sisa metabolisme tubuh yang dikeluarkan melalui ginjal. Dalam urin mengandung zat yang tidak dapat diproses dan dicerna lebih lanjut.

Proses produksi urin pada manusia terjadi di ginjal dan melalui beberapa tahapan yang akan dijelaskan secara rinci di bawah ini.

Ginjal dan Bagiannya

Pada manusia, terdapat sepasang ginjal yang berfungsi sebagai penyaring darah dan pembentuk urin.

Secara umum ginjal manusia terbagi menjadi tiga bagian, yaitu korteks ginjal (eksternal), medula ginjal (tengah), dan panggul ginjal (internal).

proses pembentukan urinproses pembentukan urin

Bagian ginjal yang berfungsi untuk pembentukan urin adalah medula.

proses pembentukan urinproses pembentukan urin

Proses pembentukan urin pada manusia melalui 3 proses yaitu :

  1. Proses Penyaringan (Filtrasi)
  2. Proses Reabsorpsi (Reabsorpsi)
  3. Proses Penghapusan Zat (Augmentasi)
Proses pembentukan urinProses pembentukan urin

1. Proses Penyaringan (Filtrasi)

Tahap pertama produksi urin adalah menyaring atau menyaring darah dari zat-zat metabolisme dalam tubuh. Zat-zat ini berbentuk urea, air, dan klorin, yang mungkin beracun sehingga harus dihilangkan.

Proses penyaringan berlangsung di badan Malpighi yang terdiri dari glomerulus dan kapsul Bowman.

lokasi filtrasi di ginjallokasi filtrasi di ginjal

Glomerulus berfungsi sebagai penyaring air, garam, asam amino, glukosa dan urea. Oleh karena itu, hasil proyeksi ini didistribusikan ke kapsul Bowman.

Hasil dari proses penyaringan tersebut adalah urin primer yang mengandung air, gula, asam amino, garam atau ion anorganik dan urea.

2. Proses Reabsorpsi (Reabsorpsi)

Langkah kedua adalah penyerapan. Urine primer hasil filtrasi tidak dikeluarkan seluruhnya, melainkan diserap oleh zat-zat yang masih berguna bagi tubuh.

Penyerapan terjadi di bagian proksimal tubulus. Zat bermanfaat seperti glukosa, asam amino, Na+, K+, Cl-, HCO3-, Ca2+ dan air diserap oleh pembuluh darah di sekitar tubulus.

Hasil dari proses ini adalah urin sekunder yang mengandung nitrogen, urea dan terak air.

Urine sekunder masuk ke haluan ayam. Pada saluran kemih sekunder terjadi osmosis air sehingga kadar air berkurang dan urin menjadi lebih pekat.

3. Proses Pengeluaran Zat (Augmentasi)

Tahap ketiga dari proses produksi urin adalah peningkatan atau pengendapan. Urin sekunder memasuki tubulus distal meteran.

Hal ini menyebabkan pengendapan zat-zat yang tidak lagi dibutuhkan tubuh. Selama proses ini, urin menjadi lebih pekat dan kemudian mengalir melalui panggul ginjal, ureter dan berakhir di kandung kemih untuk akomodasi sementara.

Hasil akhir dari proses augmentasi adalah urin sebenarnya yang mengandung urea, asam urat, amonia, sisa-sisa pemecahan protein dan kelebihan zat dalam darah seperti vitamin, obat-obatan, hormon dan garam mineral.

Warna Urine yang Dihasilkan

Hasil akhir dari proses pembentukan urin berwarna terang karena mengandung 96% air, 2% urea dan 2% metabolit lain (pigmen empedu (urin kuning) dan vitamin).

Warna urin seringkali digunakan untuk mengidentifikasi kesehatan seseorang.

warna urin yang dihasilkanwarna urin yang dihasilkan

Hal ini disebabkan saat mengolah makanan atau membuang racun, seperti mineral atau bahan kimia tertentu, dapat terlihat di urin. Apalagi jika Anda menggunakan narkoba.

Cara terbaiknya adalah jika urine yang keluar tidak sesuai dengan kondisi fisik normal. Ada baiknya perhatikan pola makan Anda atau cobalah memeriksakan diri ke dokter.

Baca Juga:



Contoh Soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *